Kemunculan Buaya di Muara Sungai Maloso Polman Resahkan Warga

Warga khawatir buaya menyerang permukiman. (Sariagri/Rifky Junaedi)

Editor: Arif Sodhiq - Sabtu, 15 Januari 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Sejak dua bulan terakhir buaya di muara Sungai Maloso, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat telah membuat warga khawatir. Selain memburu ternak, beberapa kali buaya mengejar anak-anak yang tengah bermain tidak jauh dari permukiman warga.

Warga khawatir buaya menyerang ternak dan anak mereka. Setiap hari mereka bersiaga di sekitar muara Sungai Maloso, terutama pada pagi dan petang saat buaya biasa muncul dan masuk ke permukiman.

Beberapa hari terakhir buaya dengan berbagai ukuran dari kecil hingga cukup besar seringkali muncul di sekitar permukiman warga. Kemunculan buaya meresahkan warga Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.

Meski kemunculan buaya di sepanjang muara Sungai Maloso sudah berulang kali dismapaikan ke aparat pemerintah setempat, namun belum ada solusi untuk mengatasinya. Warga sepakat akan menangkap buaya jika muncul ke permukaan atau permukiman. Kemunculan buaya di Sungai Maloso juga membuat banyak warga takut perg ke kebun miliknya.\

"Sudah lebih dua bulan  disini tapi beberapa hari ini lebih sering naik ke permukaan dna meneror warga," ujar Sudirman, warga setempat. 

Menurt Sudirman, sejumlah ternak milik warga ada yang dimangsa buaya, bahkan seorang anak pernah dikejar buaya. Saat ini warga terus berupaya menangkap buaya dengan menggunakan umpan, namun belum berhasil.

Seperti warga lainnya, Sudirman berharap kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih terkait keberadaan buaya tersebut sebelum memakan korban.

Sementara itu Kepala BKSDA Sulbar, Hasan yang dikonfirmasi menduga kemunculan buaya di dekat permukiman warga karena banjir yang menyebabkan sungai meluap.

Baca Juga: Kemunculan Buaya di Muara Sungai Maloso Polman Resahkan Warga
Gulkarmat Jaktim kewalahan Evakuasi Buaya Muara Peliharaan Warga

"Kami menduga habitatnya terganggu karena banjir dan pembukaan lahan oleh warga," katanya. 

Selain itu dia juga menduga habitat buaya sudah terganggu aktivitas dan penggunaan lahan oleh warga. Kekurangan pakan atau sumber makanan yang sudah terus berkurang menyebabakan buaya lebih sering muncul ke permukaan.

Dia mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak mendekati lokasi dimana buaya sering muncul. BKSDA sudah melaporkan kemunculan harimau itu ke Makassar untuk langkah penanganan selanjutnya. 

Video:

Video Terkait