Viral 2 Polisi Selamatkan Ibu-ibu Petani yang Nyaris Terseret Banjir

Dua polisi selamatkan ibu-ibu petani ketika Banjir Kangean di Madura. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 7 Desember 2021 | 12:40 WIB

Sariagri - Beredar video viral sejumlah petani perempuan di kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur nyaris terseret derasnya arus banjir bandang. Untungnya, berhasil diselamatkan oleh sekelompok pemuda dibantu aparat kepolisian.

Para petani perempuan ini kemudian digiring dengan cara saling berpegangan tangan membentuk lingkaran agar tidak ada yang hanyut terbawa derasnya arus banjir.

Siti Munaroh (50 tahun) salah satu petani asal Desa Duko, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep yang berhasil diselamatkan mengaku banjir kali ini yang terparah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tiap tahun desa ini memang menjadi langganan banjir. Namun kali ini yang terparah dan terbesar, karena ketinggian banjir ada yang mencapai ukuran leher orang dewasa, “ tutur petani perempuan,  Siti Munaroh kepada Sariagri, Senin (6/12/2021).

Siti menceritakan awal mula terjadinya banjir, setelah seharian kawasan Kecamatan Rubaru diguyur hujan lebat selama 5 jam.

“Hujannya merata hingga terjadi banjir dimana-mana. Bahkan kabarnya sejumlah desa yang ada di Kecamatan Arjasa juga dilanda banjir bandang. sawah-sawah juga menadak berubah menjadi lautan, “ imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek kangean, Iptu Agus Sugito mengatakan sedikitnya 7 desa yang terdampak banjir, yaitu Desa Arjasa, Angon-angon, Kalinganyar, Duko, Bilis-bilis, sebagian Desa Kolo-kolo dan Laut jangjang.

“Banjir ini masuk ke sejumlah rumah, menutup akses jalan dan menggenangi puluhan hektar persawahan. Ketinggian banjir bervariasi antara sepinggang orang dewasa hingga sedada atau sekitar 1,5 meter, “ beber Kapolsek kangean, Iptu Agus Sugito.

Baca Juga: Viral 2 Polisi Selamatkan Ibu-ibu Petani yang Nyaris Terseret Banjir
Viral Video Perumahan Tergenang Banjir Air Jernih, Warganet: Yang Jelas Bukan Jakarta

Dampak banjir yang meluas, membuat Iptu Agus membagi jumlah personil di wilayah pulau Kangean.

“Karena personil terbatas, saya membagi maksimal  dengan jangkauan 3 wilayah saja yang terdampak banjir. Termasuk di wilayah banjir terparah di Desa Arjasa Dusun Barak Sabe yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, “ ucapnya.

Warga sangat berharap peran pemerintah untuk kedepannya melakukan pencegahan banjir serupa agar tidak terjadi kembali. Mulai dari perbaikan saluran air dan pengerukan sungai agar tidak terjadi luapan yang berakibat banjir bandang.

Video Terkait