IHSG Dibuka Menguat, Perhatikan Saham-saham Pilihan Analis Ini

Pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia

Editor: Yoyok - Kamis, 25 November 2021 | 09:45 WIB

Sariagri - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Kamis (25/11) dibuka menguat 11,68 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.694,96. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,75 poin atau 0,39 persen ke posisi 962,59.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan IHSG berpeluang untuk menguji kembali level resistance di posisi 6.754, setelah bergerak pada rentang terbatas pada perdagangan Rabu (24/11).

Namun, indikasi bearish divergence yang muncul pada beberapa indicator - berdasarkan chart hourly -harus menjadi perhatian, karena kondisi ini biasanya menjadi pertanda tren menurun ke depan.

Ivan menyebutkan, saat ini IHSG memiliki level support di posisi 6.650, 6.621 dan 6.584, sedangkan level resistance secara berturut-turut ada di posisi 6.754, 6.825 dan 6.906. "Indikator MACD masih dalam posisi bearish," jelasnya.

Menurut Ivan, pergerakan IHSG yang akan menguji level resistance tersebut bisa dimanfaatkan investor dengan mengoleksi saham BBCA, BBNI, BRPT, INDF, dan KLBF.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, menyebutkan pada perdagangan hari ini laju IHSG masih berada dalam rentang penguatan terbatas.

Menurut William, saat ini IHSG memiliki level support-resistance di posisi 6.606-6.757. "Perkembangan dari laju IHSG terlihat sedang bergerak dalam rentang yang cukup terbatas," ujarnya.

Dia mengatakan, laju IHSG yang berada dalam rentang sempit tersebut dipengaruhi minimnya sentimen positif dan rendahnya capital inflow. "Hari ini IHSG berpotensi untuk bergerak terbatas," kata William.

William mengatakan pergerakan IHSG yang berpotensi menguat terbatas tersebut bisa direspons investor dengan mengakumulasi pembelian saham ICBP, ITMG, BBNI, AKRA, TBIG, BINA, dan ASRI.

Analisa dari Tim Riset PT Phintraco Sekuritas, laju IHSG akan tertahan di pola sideways 6.650-6.720 dalam kecenderungan terkoreksi, karena pertemuan FOMC terbaru telah memperkuat kekhawatiran para pelaku pasar terhadap potensi pengetatan yang lebih agresif oleh The Fed.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Perhatikan Saham-saham Pilihan Analis Ini
Investor Asing Lego Saham Mitratel, BRI, Semen Indonesia, IHSG Gagal Menguat

Secara teknikal, indikator Stochastic dan RSI membentuk death cross pada pivot level (50 persen). "Para pelaku pasar cenderung wait and see menjelang pengurangan pembelian obligasi pertama oleh The Fed di akhir November 2021".

Untuk itu, para pelaku pasar domestik diharapkan pada perdagangan hari ini bisa memperhatikan ANTM, AGRO, BNBA, AKRA, ERAA, PGAS, dan DMMX. 

Video Terkait