20 Tahun ke Depan, Turki Masuk Kategori Negara Miskin Air

Ilustrasi air. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Selasa, 5 Juli 2022 | 17:40 WIB

Sariagri - Institut Air Turki (SUEN), yang juga anggota Dewan Air Dunia memprediksi dalam waktu 20 tahun ke depan Turki akan keluar dari daftar negara-negara "kekurangan air" dan masuk daftar negara-negara "miskin air."

Mengutip Hurriyet Daily, Selasa (5/7/2022), para ahli memperkirakan puluhan negara akan mengalami ancaman kekurangan air pada 2040 mendatang

“Menurut data State Hydraulic Works (DSI), jumlah air yang dapat digunakan tahunan per kapita di Turki adalah 1.346 meter kubik,” kata Tugba Evrim Maden, seorang ahli dari SUEN, menegaskan kembali bahwa Turki adalah negara yang kekurangan air.

“Berdasarkan data Institut Statistik Turki, populasi Turki akan mencapai 100 juta pada 2023. Jumlah air tahunan per kapita akan turun di bawah 1000 meter kubik. Menurut angka-angka ini, Turki akan diklasifikasikan sebagai negara miskin air dalam 20 tahun ke depan, ” tambah Maden.

Maden menambahkan, dengan efek pertumbuhan penduduk yang cepat dan perubahan iklim, terjadi penurunan serius dalam jumlah air per kapita. Namun, kebutuhan air di Turki terus meningkat karena perubahan iklim dan faktor lainnya.

“Tahun ini, sumber daya air yang digunakan atau terpengaruh dalam konflik akan menarik perhatian, terutama dalam perang Rusia-Ukraina,” kata pakar itu seraya mengingatkan bahwa penggunaan sumber daya air sebagai senjata atau sasaran dalam konflik menjadi agenda prioritas dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Maden, subyek seperti pengolahan dan penggunaan kembali air limbah dan air yang digunakan dalam pertanian, penyemaian awan, pengolahan air laut dan air payau, panen air hujan dan pengembangan teknologi lainnya akan menjadi agenda utama.

“Penting untuk menciptakan kesadaran di semua sektor dan pengguna bahwa air bukanlah sumber daya yang tak ada habisnya. Penggunaan air yang efisien harus diprioritaskan untuk mengadopsi teknik irigasi modern yang akan menghemat air di sektor pertanian, di mana air paling banyak dikonsumsi, untuk mendapatkan kualitas yang lebih tinggi dan lebih banyak produk," jelasnya.

Menurut data terbaru yang dirilis oleh UNICEF, ancaman terhadap anak-anak telah meningkat karena menipisnya sumber daya air minum secara bertahap. Risiko tersebut meningkat seiring dengan perubahan iklim.

“Diperkirakan 600 juta anak akan tinggal di daerah dengan sumber air yang sangat terbatas pada tahun 2040,” kata para ahli.

Baca Juga: 20 Tahun ke Depan, Turki Masuk Kategori Negara Miskin Air
Teknologi Ini Sulap Limbah Jadi Air Bersih



"Setiap hari, 800 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena kekurangan air dan kondisi kebersihan yang buruk, sementara perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia menghabiskan total 200 juta jam membawa air ke rumah mereka," tambahnya.

Selain itu, berdasarkan data World Resources Institute disebutkan, sebanyak 33 negara menghadapi tekanan air yang sangat tinggi pada 2040. Menurut para ahli, 14 dari 33 negara yang kemungkinan paling mengalami kesulitan air pada 2040 berada di Timur Tengah.

Negara tersebut termasuk sembilan yang dianggap sangat sangat tertekan dengan skor 5,0 dari 5,0: Bahrain, Kuwait, Palestina, Qatar, Uni Emirat Arab, Israel, Arab Saudi, Oman, dan Lebanon.

Video Terkait