Beberapa Negara Buat Peringatan Setelah Thailand Legalisasi Ganja

Ilustrasi ganja. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Minggu, 3 Juli 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Penghapusan ganja dan tanaman rami dari daftar narkotika oleh Pemerintah Thailand menghasilkan peringatan dari negara lain. Banyak negara memperingatkan para pelancong agar tidak memiliki atau menggunakan ganja yang masih ilegal di banyak bagian dunia.

Kedutaan besar Thailand di negara seperti Indonesia, Korea Selatan, dan Jepang juga menyarankan warga Thailand untuk tidak membawa ganja atau produk terkait ganja ke negara-negara tersebut. Hal itu dikarenakan mereka akan menghadapi hukuman penjara, denda, bahkan hukuman mati.

Sementara itu, negara-negara seperti Singapura dan China juga mengingatkan warganya di luar negeri untuk tidak menggunakan ganja dalam bentuk apapun.

"(Berdasarkan) Undang-Undang Penyalahgunaan Narkoba, setiap warga negara Singapura atau penduduk yang ditemukan telah mengonsumsi obat-obatan terlarang di luar Singapura juga akan bertanggung jawab atas pelanggaran konsumsi narkoba," kata Biro Narkotika Pusat Singapura (CNB), menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara teratur.

Mengutip Straits Times, Minggu (3/7/2022), CNB mengatakan dorongan kuat oleh pihak-pihak dengan "kepentingan pribadi" dan "lobi yang intens" menghasilkan undang-undang narkoba yang lebih liberal di beberapa negara.

CNB juga mengatakan bukti ilmiah telah menunjukkan bahwa ganja adalah adiktif dan berbahaya. Pihak CNB mengutip badan-badan dunia seperti Badan Pengawasan Narkotika Internasional dan studi yang menyoroti efek buruk dari penggunaan ganja jangka panjang, seperti peningkatan risiko mengembangkan gejala psikotik atau skizofrenia.

Baca Juga: Beberapa Negara Buat Peringatan Setelah Thailand Legalisasi Ganja
Pakar: Urgensi Ganja Medis pada Dunia Medis Tak Besar

Menyikapi peningkatan konsumsi ganja di negara lain, seperti diolah menjadi permen dan kue, CNB mengatakan makanan tersebut "dipasarkan secara tidak bertanggung jawab sebagai bahan habis pakai yang tidak berbahaya."

"Penampilan yang tidak berbahaya dari produk-produk ini dapat menarik anak muda yang tidak curiga untuk mengonsumsinya, mabuk, dan berisiko overdosis," tukas CNB.

Video Terkait