Penelitian: Seperempat Populasi Dunia Berisiko Hadapi Bencana Banjir

Dokumentasi. Foto udara kondisi banjir rob di Slamaran, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2020). (Antara foto/Harviyan Perdana Putra/aww)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 30 Juni 2022 | 16:40 WIB

Sariagri - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa seperempat populasi dunia terancam menghadapi risiko banjir besar. Penelitian ini juga memperingatkan orang yang tinggal di negara miskin lebih rentan terhadap risiko tersebut.

Banjir akibat hujan deras dan gelombang badai mempengaruhi jutaan orang setiap tahun dan menyebabkan miliaran dolar kerusakan rumah, infrastruktur, dan ekonomi. Risiko banjir besar meningkat karena perubahan iklim menyebabkan curah hujan yang lebih ekstrem dan kenaikan permukaan laut. Hal ini juga disebabkan oleh populasi warga yang semakin besar.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications melihat data global tentang risiko banjir dari laut, sungai dan curah hujan, serta distribusi populasi dan perkiraan kemiskinan dari Bank Dunia. ekitar 1,81 miliar orang atau 23 persen orang di planet ini secara langsung terkena banjir lebih dari 15 cm dalam banjir 1 kali dalam 100 tahun.

"Ini akan menimbulkan risiko yang signifikan terhadap kehidupan dan mata pencaharian, terutama kelompok populasi yang rentan," ungkap penelitian tersebut, dikutip dari the strait times.

Menurut penelitian tersebut, secara keseluruhan hampir 90 persen dari mereka yang terkena banjir tinggal di negara berpenghasilan rendah atau menengah. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan dan di bawah risiko banjir parah jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga: Penelitian: Seperempat Populasi Dunia Berisiko Hadapi Bencana Banjir
Ilmuwan Teliti Hubungan ''Darah Salju'' dengan Perubahan Iklim

“Dengan memperhitungkan tingkat kemiskinan dari populasi yang terpapar, kami menunjukkan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah secara tidak proporsional terpapar pada risiko banjir, sementara lebih rentan terhadap dampak jangka panjang yang membawa bencana,” kata studi oleh Jun Rentschler dari Bank Dunia dan rekan-rekannya.

Secara keseluruhan, studi tersebut memperkirakan sebagian besar orang yang terkena banjir 1,24 miliar berada di Asia Selatan dan Timur, dengan China dan India menyumbang lebih dari sepertiga dari total global.

Video Terkait