Kebocoran Gas Klorin Tewaskan 12 Orang dan Lukai 251 Orang

Pelabuhan Aqaba Yordania. (wikimedia)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 28 Juni 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Sedikitnya 12 orang tewas dan 251 terluka dalam kebocoran gas klorin dari tangki penyimpanan di Pelabuhan Aqaba Yordania. Pejabat dan media pemerintah melaporkan pada Senin, kebocoran terjadi setelah tangki berisi 25 ton gas klorin yang diekspor ke Djibouti jatuh saat diangkut.

Sebuah video yang diunggah di halaman Twitter televisi pemerintah menunjukkan tangki penyimpanan jatuh dari derek pemindah barang dan terbanting ke geladak kapal, diikuti gas berwarna kuning naik ke udara ketika orang menyelamatkan diri.

Pejabat Kementerian Kesehatan memperkirakan hanya beberapa orang yang masih dirawat di rumah sakit pada Selasa (28/6/2022).

Klorin adalah bahan desinfektan dan pemurnian air yang banyak digunakan. Tetapi jika terhirup, gas berubah menjadi asam klorida yang dapat menyebabkan pembakaran dalam tubuh dan hanyut melalui pelepasan air secara reaksioner di paru-paru.

Silo biji-bijian Aqaba Yordania berhenti beroperasi untuk memungkinkan pemeriksaan biji-bijian itu dan tanda-tanda kontaminasi, tetapi lalu lintas laut di pelabuhan Aqaba terus berlanjut. Tidak ada kapal yang membongkar muatan biji-bijian pada saat kejadian.

Pelabuhan Aqaba di ujung utara Laut Merah telah lama menjadi rute transit utama untuk impor dan ekspor Irak.

Baca Juga: Kebocoran Gas Klorin Tewaskan 12 Orang dan Lukai 251 Orang
Ini Target Pertanian Cina Usai Pastikan Ketahanan Pangan Satu Dekade



TV pemerintah melaporkan Perdana Menteri Bisher al-Khasawneh tiba di Aqaba dan menuju ke rumah sakit tempat beberapa orang terluka dirawat. 

Al-Khasawneh juga membentuk tim investigasi atas insiden tersebut yang dipimpin oleh menteri dalam negeri, kata menteri informasi yang dikutip TV pemerintah. (Reuters vis Antara)

Video Terkait