Waspada Covid Belum Selesai, Negara Tetangga 'Diserang' Wabah Baru

Ilustrasi Terserang FLu (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 27 Juni 2022 | 16:05 WIB

Sariagri - Negara tetangga Indonesia, Australia diserang oleh wabah flu. Hal ini terlihat dari catatan penemuan kasus yang ditemukan oleh pemerintah tersebut.

Menukil dari The Straits Times, data resmi menunjukkan ada 65.770 kasus flu pada Mei. Angka ini dua kali lipat lebih banyak dibandingkan rekor selama wabah parah pada 2019. Secara keseluruhan, dari 1 Januari hingga 19 Juni, Canberra telah menemukan 147.155 kasus.

"Dari jumlah tersebut, 55.101 atau lebih dari sepertiga terjadi sejak 5 Juni. Ada 54 kematian terkait flu," tulis laporan itu.

Kenaikan kasus ini terjadi ketika Australia mulai melonggarkan protokol kesehatan Covid-19 pasca pengetatan yang kuat. Ini ditengarai membuka ruang bagi flu dan Covid-19 untuk lebih menular disaat warga yang sebelumnya dikunci dengan ketat memiliki antibodi yang rendah.

Menteri Kesehatan Federal Mark Butler mengatakan flu musim dingin dan wabah Covid-19 dapat memberi tekanan pada sistem perawatan kesehatan.

"Kami melihat peningkatan jumlah orang yang mencari pengobatan untuk penyakit pernapasan dari profesional kesehatan dan rumah sakit," katanya.

Data pemerintah juga menunjukan ada 600.000 anak di bawah dua tahun di negara itu yang belum pernah terkena flu. Ini mendorong pemerintah beberapa negara bagian itu untuk kembali mengkampanyekan program vaksinasi terhadap flu.

"Hanya sekitar satu dari tiga orang di New South Wales (NSW) yang menerima vaksin flu mereka tahun ini," ujar kepala petugas kesehatan negara bagian NSW, Kerry Chant.

"Kami benar-benar perlu melihat angka itu naik, terutama di antara kelompok rentan seperti anak kecil dan orang tua yang paling berisiko terkena penyakit parah,"tambahnya.

Baca Juga: Waspada Covid Belum Selesai, Negara Tetangga 'Diserang' Wabah Baru
Negara Ini Catat Kematian Pertama Akibat Varian Omicron

Kendati demikian, para ahli telah memberikan peringatan terkait hambatan yang mungkin dapat dijumpai dalam kampanye vaksinasi ini. Hal ini diakibatkan oleh kampanye vaksinasi flu yang dilakukan pasca vaksinasi Covid-19.

Direktur asosiasi di Pusat Nasional untuk Penelitian dan Pengawasan Imunisasi, Professor Nicholas Wood, mengatakan kemungkinan warga akan jenuh terhadap vaksin pasca vaksin Covid-19. Ini kemudian membuat mereka menolak menerima vaksin untuk sementara waktu.

"Kelelahan vaksin dapat mengakibatkan beberapa orang menunda atau menghindari vaksin flu," pungkasnya.

Video Terkait