Afghanistan Dilanda Gempa, Bantuan Internasional Masih Sedikit

Ilustrasi gempa. (pixabay)

Editor: Putri - Jumat, 24 Juni 2022 | 14:50 WIB

Sariagri - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang melanda Afghanistan di perbatasan Pakistan, menewaskan sekitar 1.000 jiwa. Petugas medis dan darurat dari seluruh Afghanistan berkumpul di lokasi, dengan bantuan dari beberapa lembaga internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun, bantuan yang diberikan juga masih terbatas. Hal tersebut dikarenakan banyak organisasi internasional menarik diri usai Taliban menguasai Afghanistan pada Agustus 2021.

Menguip CNN, Jumat (24/6/2022), Pemerintah Taliban mengerahkan sumber daya darurat, termasuk beberapa helikopter dan puluhan ambulans. Pihak pemerintah juga menawarkan kompensasi kepada keluarga korban.

Taliban juga menyerukan bantuan asing, memohon "dukungan murah hati dari semua negara, organisasi internasional, individu dan yayasan" pada Rabu 22 Juni 2022.

Gempa tersebut memperparah masalah yang sudah membayangi Afghanistan. Krisis ekonomi telah melanda bertahun-tahun akibat konflik dan kekeringan, namun Afganistan semakin jatuh ke dalam krisis setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Pengambilalihan pemerintah Afghanistan oleh Taliban mendorong Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk membekukan sekitar 7 miliar dolar AS cadangan devisa negara itu. AS juga memotong pendanaan internasional.

Langkah itu melumpuhkan ekonomi Afghanistan dan membuat lebih dari 20 juta penduduknya ke dalam krisis kelaparan yang parah.

Jutaan orang Afghanistan kehilangan pekerjaan, pegawai pemerintah belum dibayar, dan harga makanan melonjak. Beberapa keluarga yang sangat ingin makan sehingga terpaksa menjual anak-anak mereka.

Hanya sedikit lembaga bantuan yang tersisa, namun bantuannya pun sangat tipis. Pada Rabu 21 Juni 2022, WHO mengatakan telah memobilisasi "semua sumber daya" dari seluruh negeri, dengan tim di lapangan menyediakan obat-obatan dan kebutuhan darurat.

Baca Juga: Afghanistan Dilanda Gempa, Bantuan Internasional Masih Sedikit
BBPOM Mataram Amankan Terasi dengan Zat Berbahaya di Pasaran

Para ahli dan pejabat mengatakan kebutuhan yang paling mendesak termasuk perawatan medis dan transportasi untuk yang terluka, tempat tinggal. Selain itu makanan dan air, dan pakaian untuk para pengungsi.

PBB telah mendistribusikan pasokan medis dan mengirim tim kesehatan keliling ke Afghanistan. Tetapi memperingatkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan pencarian dan penyelamatan dan meminta negara tetangga untuk sedikit turun tangan.

Video Terkait