COVID-19 Melonjak, DPR Minta Pemerintah Awasi Ketat Kegiatan Skala Besar

Tabung reaksi bertuliskan Tes COVID-19 varian Omicron positif. (Reuters/Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Kamis, 23 Juni 2022 | 12:40 WIB

Sariagri - Beberapa waktu belakangan ini Indonesia mengalami peningkatan kasus COVID-19. Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina meminta pemerintah menerapkan aturan pembatasan kegiatan berskala besar secara ketat.

Arzeti berharap bahwa Pemerintah dapat melakukan antisipasi penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah mulai banyak ditemukan di berbagai daerah.

"Komisi IX DPR mendorong pemerintah mengawal ketat pelaksanaan kegiatan berskala besar, khususnya dengan tingginya angka penambahan kasus COVID-19 di Tanah Air saat ini," ujar Arzeti dalam keterangan resminya.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 baru saja mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 20 Tahun 2022 yang berisi aturan mengenai pelaksanaan kegiatan berskala besar. Skala besar di sini artinya acara dihadiri lebih dari 1.000 orang secara fisik dalam satu waktu tertentu.

Untuk kegiatan skala besar, Pemerintah mewajibkan pelaku kegiatan harus sudah mendapatkan vaksin booster COVID-19 atau vaksin dosis ke-3. Arzeti berharap pemerintah secara seksama mengawasi aturan baru itu.

"Pemerintah melalui Satgas Penanganan COVID-19 dan para stakeholder lainnya harus memastikan tidak ada pelanggaran aturan dari setiap kegiatan berskala besar, termasuk semua aturan penyelenggaraan acara lainnya harus dipenuhi panitia," ucapnya.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur I itu juga mengingatkan agar anak usia 6-17 tahun yang mengikuti kegiatan berskala besar harus sudah mendapatkan vaksin COVID-19 minimal dosis kedua. Hal tersebut sesuai dengan aturan pada SE terbaru dari Satgas Penanganan COVID-19.

Ia menyebutkan bahwa anak dengan usia di bawah 6 tahun dan orang yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid kami imbau agar tidak menghadiri kegiatan berskala besar untuk menghindari potensi penularan COVID-19.

Menurutnya, hal ini penting sebagai pencegahan terjadinya kembali gelombang COVID-19 mengingat saat ini penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sudah cukup masif.

Meski penambahan kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diprediksi melandai kembali setelah Juli nanti, Arzeti mengatakan setiap upaya pencegahan harus dilakukan secara optimal.

Baca Juga: COVID-19 Melonjak, DPR Minta Pemerintah Awasi Ketat Kegiatan Skala Besar
Update Terbaru: Kasus COVID RI Nyaris Tembus Angka 2.000 Hari Ini

Apalagi berdasarkan keterangan Satgas Penanganan COVID-19, kenaikan kasus saat ini mencapai 104 persen dengan penambahan lebih dari seribu kasus dalam 6 hari berturut-turut.

"Komisi IX DPR juga meminta Pemerintah terus melakukan akselerasi vaksin COVID-19, termasuk booster bagi masyarakat. Percepatan vaksinasi anak juga harus dilakukan sehingga daya tahan tubuh masyarakat meningkat di tengah meningkatnya ancaman penyebaran COVID-19," pungkasnya.

Video Terkait