Ratusan Ulat Bulu Serang Bangunan Sekolah Dasar di Bogor

Ratusan ulat bulu menyerang SDN Bantarkemang 1, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. (Sariagri/Akbarda)

Editor: M Kautsar - Senin, 20 Juni 2022 | 17:25 WIB

Sariagri - Diduga turun dari sebuah pohon alpukat, ratusan ulat bulu menyerang SDN Bantarkemang 1, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Aksi teror ulat bulu ini sendiri sudah berlangsung sejak dua hari belakangan ini, Minggu hingga Senin (19-20/6).

Bahkan, serangga yang memiliki bulu halus ini menyebar di perkarangan sekolah hingga masuk ke dalam musola yang ada di SDN Bantarkemang 1.

Guru SDN 1 Bantar Kemang, Yano Indrayitno menuturkan kemunculan ulat bulu dari pohon alpukat yang ada di halaman sekolah ini sudah berlangsung sejak sepekan terakhir. Akan tetapi, ratusan ulat bulu baru turun dari pohonnya pada Minggu (19/6).

"Kalau hari ini paling banyak, pas daunnya sudah habis semua. Tiba-tiba merayap ke dalam musala hingga dinding, pintu dan kaca jendela kelas, semuanya," papar Yano.

Menurutnya, saat ini ulat bulu masih menyebar di perkarangan sekolah. Sementara, untuk di dalam musola sudah dibersihkan oleh penjaga sekolah.

"(Di dalam musola) sudah diusir dan sekarang sudah bersih. Untuk sementara musola kita tutup dan (kegiatan salat) dialihkan ke kelas," pungkas Yano.

Dijelaskannya, sebenarnya kejadian teror ulat bulu ini setiap tahun selalu melanda di sekolahannya. Di mana, saat pohon alpukat berguguran dan akan berbuah. 

Untuk itu, pihaknya berharap ada solusi yang diberikan pemerintah terkait mengenai teror ulat bulu ini. Pihak sekolah juga belum memutuskan, apakah pohon ini ditebang atau tetap dibiarkan.

Baca Juga: Ratusan Ulat Bulu Serang Bangunan Sekolah Dasar di Bogor
Fakta Unik Kupu-Kupu Gajah, Nyengat Terbesar yang Punya Sayap Mencolok

"Permintaan dari sekolah minta ditebang. Cuma pernah mau ditebang tapi dilarang karena ini penghijauan. Kalau bisa sih diganti sama pohon yang lain saja," ucap dia. 

"Menganggu ke anak-anak. Jadi pada gatal badannya. Ulatnya juga besar-besar. Setiap tahun, tapi paling parah tahun ini, sebelumnya hanya sedikit," tandasnya.

Video Terkait