Resahkan Warga TTU, Pelaku Pencurian Ternak Akhirnya Terciduk

Pelaku pencurian hewan ternak (Sariagri/Charles)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 17 Juni 2022 | 11:15 WIB

Tim Buru sergap (Buser) Polres Timor Tengah Utara (TTU) berhasil meringkus David Ahoinai, DPO pelaku pencurian ternak yang selama ini buron dan meresahkan warga pada Selasa, 14 juni 2022.

David sebelumnya telah dilaporkan ke polisi dengan nomor laporan LP / B / 043 / II / 2022 / SPKT / POLRES TTU / POLDA NTT, Tanggal 1 Februari 2022 karena diduga melakukan tindak pidana pencurian ternak.

Kanit Buser  Polres TTU, AIPDA Kadek Sujarwo menjelaskan, kronologis penangkapan David bermula dari informasi yang diterima pada jam 21.00 wita oleh tim Buser Polres TTU, bahwa DPO An.David Ahoinai sedang berada dirumah saudaranya yang bernama Timoteus Ahoinai di Desa Oabikase, Kec.Insana Barat.

Selanjutnya tim Buser di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polres TTU IPTU Fernando Oktober langsung bergerak menuju ke rumah Timoteus Ahoinai dan melakukan penggeledahan dan ditemukan DPO David Ahoinai sementara bersembunyi di salah satu kamar rumah tersebut.

"Saat akan dilakukan penangkapan David hendak melarikan diri sehingga Tim Buser melakukan tindakan tegas terukur, dan selanjutnya DPO dibawa ke RSUD Kefamenanu untuk mendapatkan perawatan Medis" kata Kadek.

Baca Juga: Panas Ekstrem di Kansas Bunuh Ribuan Hewan Ternak
Ombudsman: Akibat PMK, Peternak Rugi Rp254 Miliar

Kasat Reskrim Polres TTU, IPTU Fernando kepada wartawan menjelaskan, David Ahoinai ini adalah DPO yang telah dilaporkan atas tindak pidana pencurian ternak dan sudah dicari selama 4 bulan.

Ia menuturkan, dengan ditangkapnya David maka masih tersisa satu tersangka yang masih buron berinisial JS seorang residivis spesialis pencurian ternak dan rumah. Fernando mengatakan, kasus ini masih akan dikembangkan karena pelaku pencurian ini sudah terorganisir dalam satu jaringan.

"Bos mereka adalah yang residivis ini. Ia berasal dari desa Kiusili kecamatan Bikomi selatan, dan sementara kita terus mengintai keberadaannya" tutur Fernando.

Fernando berharap agar masyarakat tetap berhati-hati dengan ternak mereka, karena kelompok pelaku pencurian ini jumlahnya banyak dan masih berkeliaran di wilayah kabupaten TTU ini.

Video Terkait