Varian Omicron yang Lebih Menular Terdeteksi di Indonesia

Tabung reaksi bertuliskan Tes COVID-19 varian Omicron positif. (Reuters/Antara)

Editor: M Kautsar - Senin, 13 Juni 2022 | 17:35 WIB

Sariagri - Subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang lebih menular telah terdeteksi di Indonesia. Meski begitu, Kementerian Kesehatan  (Kemenkes) menyatakan, keduanya memiliki tingkat keparahan yang rendah pada pasien.

Ada empat kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama yang terdeteksi di Indonesia pada 6 Juni 2022. Keempat kasus ini terdiri dari 1 orang positif BA.4, seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali.

Sisanya tiga orang positif BA.5. Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri, delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali yang berlangsung pada 23 sampai 28 Mei lalu.

Kondisi klinis tiga orang itu, dua di antaranya tidak bergejala dan satu lain memiliki gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal. Mereka rata-rata sudah vaksin booster bahkan sampai ada yang 4 kali divaksin Covid-19.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, di tingkat global, BA.4 sudah terdeteksi di 58 negara. Lima negara dengan laporan BA.4 terbanyak adalah Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris Raya, Denmark, dan Israel.

Sedangkan BA.5 terdeteksi di 63 negara. Lima negara dengan laporan BA.5 terbanyak ialah Amerika Serikat, Portugal, Jerman, Inggris Raya, dan Afrika Selatan.

"Dari laporan itu, transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibanding subvarian omicron BA.1 dan BA.2," katanya, dikutip dari laman resmi Kemenkes, Senin (13/6/2022).

Baca Juga: Varian Omicron yang Lebih Menular Terdeteksi di Indonesia
Alasan Menteri Luhut Minta Lansia di Atas 60 Tahun Tak Keluar Rumah Sebulan ke Depan

"Kemudian, tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibanding varian Omicron lainnya,” ungkapnya.

Syahril meminta masyarakat perlu mewaspadai immune escape. Artinya, imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan infeksi varian Omicron.