Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Menurunkan Berat Badan?

Ilustrasi diet atau menurunkan berat badan. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 3 Juni 2022 | 18:20 WIB

Sariagri - Ada banyak tujuan dari penurunan berat badan, kamu mungkin ingin menurunkan berat badan untuk acara khusus atau sekadar meningkatkan kesehatan. Apa pun alasannya, Sobat Agri perlu loh tahu berapa tingkat penurunan berat badan yang sehat. 

Berikut faktor yang memengaruhi berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menurunkan berat badan.

1. Jenis kelamin

Kemampuan seseorang untuk menurunkan berat badan dipengaruhi oleh rasio lemak pada otot. Wanita biasanya memiliki rasio lemak terhadap otot yang lebih besar daripada pria. Oleh karena itu, pria cenderung dapat menurunkan berat badan lebih cepat daripada wanita dengan diet kalori yang sama. Namun, tidak diketahui perbedaan berbasis gender dalam kemampuan mempertahankan penurunan berat badan.

2. Usia

Salah satu dari banyak perubahan tubuh yang terjadi akibat penuaan adalah perubahan komposisi tubuh, seperti peningkatan massa lemak dan penurunan massa otot. 

Perubahan ini, bersama dengan faktor-faktor lain seperti penurunan kebutuhan kalori dari organ utama tubuh, berkontribusi pada Resting Metabolic Rate (RMR), pengeluaran energi saat istirahat yang lebih rendah. 

Faktanya, orang dewasa di atas usia 70 tahun dapat memiliki RMR yang 20-25% lebih rendah daripada orang lebih muda. Penurunan RMR seiring bertambahnya usia dapat proses menurunkan berat badan semakin sulit.

3. Massa dan komposisi tubuh awal

Massa dan komposisi tubuh awal saat berusaha menurunkan berat badan juga dapat memengaruhi seberapa cepat kamu dapat menurunkan berat badan. 

Penurunan berat badan adalah proses yang kompleks. Jadi, seberapa banyak kamu dapat menurunkan berat badan ditentukan berdasarkan kombinasi berat badan awal, usia, jenis kelamin, dan berapa banyak kalori yang kamu konsumsi dan keluarkan. 

4. Defisit kalori

Tingkat defisit kalori memengaruhi seberapa cepat kamu menurunkan berat badan. Misalnya, mengonsumsi 500 kalori lebih sedikit per hari selama 8 minggu kemungkinan akan menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar daripada mengonsumsi 200 kalori lebih sedikit per hari. 

Namun pastikan untuk tidak membuat defisit kalori terlalu besar karena selain tidak berkelanjutan, hal ini juga menempatkan kamu pada risiko kekurangan nutrisi. Plus, berisiko membuat kamu lebih cenderung menurunkan berat badan dalam bentuk massa otot daripada massa lemak.

5. Tidur

Tidur cenderung menjadi komponen penurunan berat badan yang diabaikan, namun penting. Kurang tidur kronis dapat secara signifikan menghambat penurunan berat badan dan kecepatan kamu menurunkan berat badan. 

Baca Juga: Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Menurunkan Berat Badan?
Mau Diet? Simak Dulu Nih Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Kurang tidur meningkatkan keinginan kamu untuk makanan berkalori tinggi dan rendah nutrisi, seperti kue, minuman manis, dan keripik. Itulah mengapa kurang tidur kronis sangat terkait dengan diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung, dan kanker tertentu.

Penurunan berat badan terjadi saat kamu makan lebih sedikit kalori daripada yang kamu bakar. Menurunkan 0,45-1,36 kg per minggu adalah cara yang aman dan berkelanjutan untuk penurunan berat badan.

 

Video Terkait