Ilmuwan Peringatkan Manusia Tak Akan Selamat dari Krisis Iklim

Ilustrasi - Kekeringan dampak perubahan iklim.(Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Jumat, 3 Juni 2022 | 16:55 WIB

Sariagri - Ilmuwan memperingatkan bahwa masyarakat dunia tidak dapat selamat dari krisis iklim. Hal itu diungkap oleh seorang ilmuwan iklim terkemuka untuk Nature Conservancy, Katharine Hayhoe.

Menurutnya, upaya dengan cara membatasi kerusakan alam bukanlah solusi utama. Namun, ada cara yang lebih sedikit berguna yaitu dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Orang-orang tidak mengerti masalah besar yang sedang terjadi. Krisis iklim akan lebih besar dari apa pun yang pernah kita lihat di masa lalu. Ini akan menjadi belum pernah terjadi sebelumnya. Setiap makhluk hidup akan terpengaruh," ujar Katharine kepada The Guardian dalam sebuah wawancara.

Sementara itu, beberapa negara mulai beradaptasi dengan krisis iklim, mulai dari membuat tembok laut, penghalang banjir dan membangun infrastruktur yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.

"Dampak krisis iklim akan dirasakan di seluruh dunia. Seluruh kehidupan modern dipertaruhkan. Peradaban manusia didasarkan pada asumsi iklim yang stabil," ucapnya.

Baca Juga: Ilmuwan Peringatkan Manusia Tak Akan Selamat dari Krisis Iklim
Studi Terbaru: Perubahan Iklim Dapat Picu Pandemi Baru

Disis lain, Katharine Hayhoe, membantah pendapat Stuart Kirk, kepala investasi yang bertanggung jawab di bank global HSBC, yang menyarankan bahwa lembaga keuangan harus mengabaikan risiko krisis iklim karena dunia akan mampu mengatasi dampaknya.

Menurutnya, pendapat Kirk justru mencerminkan sikap 'penolak krisis iklim' yang mulai berkembang di tengah masyarakat.

Ilmuwan terkemuka lainnya mengungkapkan bahwa awal tahun ini pemanasan global akan terus berlanjut. Bahkan yang terburuk bisa mendatangkan kehancuran, mulai kekeringan, gelombang panas hingga cuaca ekstrem lainnya.

Video Terkait