Pendampingan Bisnis Jadi Kunci Keberhasilan Wirausaha Baru

Menkop dan UKM, Teten Masdukidorong wirausaha dari kalangan perempuan. (Kemenkop dan UKM)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 27 Mei 2022 | 16:45 WIB

Salah satu alasan dibalik kegagalan bisnis baru saat ini yakni kurangnya pengalaman dan kompetensi pemilik bisnis. Untuk itu, melalui Perpres No 2 tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kewirausahaan Nasional (Perpres PKN) bertujuan untuk percepatan pencapaian target rasio kewirausahaan 3,95% di akhir tahun 2024 melalui kolaborasi 27 Kementerian Lembaga dan pemerintah daerah.

"Target tersebut dicapai dengan menambah jumlah wirausaha mapan, berbasis inovasi, berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja, atau innovation driven enterprise," ujar Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah.

Berdasarkan, studi National Business Incubation Association (NBIA) tahun 2010 yang dilakukan terhadap inkubator bisnis terbaik di Amerika, perusahaan yang berhasil meningkatkan bisnisnya adalah yang didampingi dalam melakukan pengembangan bisnis. 

"Fungsi pendampingan dapat meningkatkan persentase keberhasilan bisnis hingga 87%, atau hampir dua kali lipat lebih tinggi ketimbang bisnis yang tidak didampingi," jelas Azizah.

Azizah menegaskan bahwa pendamping merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam melakukan layanan konsultasi bisnis dan pendampingan usaha. "Untuk itu, perlu dilakukan optimalisasi peran dan peningkatan kapasitas tenaga pendamping, termasuk pendamping Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY Sri Nurkyatsiwie menjelaskan PLUT KUMKM memiliki peranan penting karena memberikan solusi dan rujukan yang tepat kepada KUMKM, dan merupakan centre for best practise dalam pengembangan KUMKM.

"Ke depan, PLUT KUMKM DIY akan menjadi mall layanan publik dalam pendampingan KUMKM. Keberhasilan pendampingan KUMKM sangat ditentukan oleh kompetensi kerja SDM pendamping," katanya.

Menurutnya, tenaga pendamping perlu mendapatkan pelatihan dan harus selalu mengupdate ilmunya agar semakin baik dalam mendampingi KUMKM.

Ketua Umum Asosiasi Business Development Service Indonesia (ABDSI), Cahyadi Joko Sukmono,  menyampaikan bahwa ada empat hal dasar yang harus dimiliki pendamping, yaitu connectivity, digitality, connectivity, adversity. 

Baca Juga: Pendampingan Bisnis Jadi Kunci Keberhasilan Wirausaha Baru
Wirausaha Perempuan Tingkatkan Kontribusi dalam Pemulihan Ekonomi

"Para pendamping harus memiliki kemampuan mendengarkan dan berempati terhadap masalah yang dihadapi UMKM dan memberikan solusi yang efektif," kata Joko.

Menurut Joko, sebelum melakukan pendampingan, para pendamping harus mampu menilai jiwa kewirausahaan UMKM yang akan didampingi agar dapat memetakan program pendampingan yang tepat.

Video Terkait