Epidemiolog: Masyarakat Perlu Edukasi Terkait Cacar Monyet

Foto yang diambil selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997. (Reuters/Antara)

Editor: M Kautsar - Kamis, 26 Mei 2022 | 22:30 WIB

Sariagri - Epidemiolog lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr. Yudhi Wibowo mengingatkan perlunya edukasi sedini mungkin terkait cacar monyet guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat. "Meskipun hingga saat ini belum ada kasus cacar monyet di Indonesia namun edukasi sedini mungkin perlu sekali. Mengingat saat ini sudah banyak negara yang melaporkan penyakit cacar monyet tersebut," kata Yudhi Wibowo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (25/5/2022).

Pengajar di Fakultas Kedokteran Unsoed itu menambahkan, sosialisasi dan edukasi mengenai cacar monyet dapat digencarkan sebagaimana yang pernah dilakukan pada penyakit hepatitis akut. "Terkait dengan sosialisasi dan edukasi penyakit ini menurut saya pemerintah sudah belajar banyak dari pandemi COVID-19 sehingga akan berjalan dengan sangat baik. Termasuk juga antisipasi beredarnya hoaks atau berita bohong, ini perlu diperhatikan," katanya.

Dengan adanya berbagai program yang dipersiapkan sejak dini, kata dia, diharapkan dapat mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut. "Terlebih lagi saat ini pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan cacar monyet atau 'monkeypox' yang dibawa oleh para pelaku perjalanan domestik maupun mancanegara di dalam negeri," katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga harus memperkuat surveilans kewaspadaan dini dan respons cepat serta koordinasi yang terpadu dan seterusnya. "Pada intinya meskipun belum ada kasus cacar monyet di Tanah Air namun langkah antisipasi yang menyeluruh tetap perlu diintensifkan," katanya.

Sementara itu, virolog dari Unsoed Daniel Joko Wahyono mengatakan virus cacar monyet merupakan penyakit yang mirip dengan virus cacar manusia atau "smallpox".

Baca Juga: Epidemiolog: Masyarakat Perlu Edukasi Terkait Cacar Monyet
Inggris Temukan 36 Kasus Baru Cacar Monyet, Total 56 Kasus



"Penyakit virus cacar monyet ini termasuk penyakit virus yang baru atau 'emerging virus disease' yang mempunyai kemampuan menular atau menginfeksi pada inang baru yaitu dari inang asal monyet ke manusia," katanya.

Biasanya, kata dia, penularan penyakit virus cacar monyet ini karena adanya interaksi dengan monyet yang sakit. "Sementara penularan antarmanusia bisa terjadi jika melakukan kontak erat dengan penderita cacar monyet melalui cairan dari saluran pernafasan, terkena luka cacar penderita maupun menyentuh benda yang terkontaminasi virusnya," katanya.

Video Terkait