Refly Harun Sindir Keputusan Jokowi Atasi Migor: Luhut Lagi, Luhut Lagi

Pengamat Politik Refly Harun. ([email protected])

Editor: Dera - Kamis, 26 Mei 2022 | 14:10 WIB

Sariagri - Pengamat Politik Refly Harun ikut menyoroti penunjukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menangani kasus minyak goreng. 

Pihaknya mengatakan, jika keputusan Jokowi dalam memberikan tugas baru seakan menunjukan kegagalannya dalam membangun sistem dalam pemerintahan.

“Kehadiran Luhut (dalam masalah minyak goreng) semakin menunjukkan ketergantungan Presiden Jokowi pada person, pada orang, bukan pada sistem,” ungkap Refly dalam channel YouTube miliknya. 

“Jadi Presiden Jokowi gagal membangun sistem, yang ada adalah dia memberikan kepercayaan kepada orang saja, dan orangnya ya, Luhut lagi, Luhut lagi. Orang lain tidak diberikan kepercayaan,” sambungnya. 

Lebih lanjut dirinya berkelakar, keputusan yang diambil Jokowi jelas menimbulkan pro dan kontra. Tak terkecuali kritikan datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sempat kurang suka dengan rekam jejak Luhut. Namun di lain sisi, Jokowi justru selalu menunjuk Luhut dalam beberapa masalah negara. 

"Meski (penunjukan Luhut) itu hal prerogatif presiden, kan harus mendengar suara di luar, suara partai, elemen masyarakat dan lainnya, kalau kemudian sudah dingatkan tapi cuek bebek," ungkap Politisi PDIP Masinton Pasaribu saat berbincang bersama Refly Harun. 

"Pertama, kalau kita lihat konteksnya bukan terhadap personal. Kalau kemudian dalam pemerintahan seakan-akan menciptakan ada menteri utama, ini keliru, ini aneh baru ini terjadi satu menteri mengurusi segala urusan," tambahnya. 

Seperti diketahui, usai ditunjuk oleh Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan melakukan audit terhadap perusahaan minyak kelapa sawit dan memastikannya untuk membangun kantor pusat di Indonesia.

"Begitu Presiden minta saya manage minyak goreng, orang pikir hanya minyak goreng. Tidak. Saya langsung ke hulunya. Anda sudah baca di media, semua kelapa sawit itu harus kita audit," katanya dalam seminar nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) secara daring yang dipantau di Jakarta. 

Baca Juga: Refly Harun Sindir Keputusan Jokowi Atasi Migor: Luhut Lagi, Luhut Lagi
Atasi Persoalan Minyak Goreng, Luhut Bakal Audit Seluruh Perusahaan Sawit

Menurut Luhut, audit dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi bisnis sawit yang ada. Hal itu meliputi luasan kebun, produksi hingga kantor pusatnya.

"Saya lapor Presiden, 'Pak, headquater-nya (kantor pusat) harus semua pindah ke sini'," katanya, seperti dilansir dari Antara.

Video Terkait