WHO Klaim Virus Cacar Monyet Bisa Dikendalikan Lewat Vaksinasi

Foto yang diambil selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997. (Reuters/Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: M Kautsar - Rabu, 25 Mei 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa wabah kasus cacar monyet di luar Afrika dapat diatasi karena sejumlah negara dikabarkan meluncurkan vaksinasi terbatas untuk memerangi meningkatnya infeksi virus. Langkah itu dilakukan ketika pihak berwenang menyelidiki 237 kasus yang dicurigai dan dikonfirmasi dari virus di 19 negara sejak awal Mei.

Jumlah kasus diperkirakan akan meningkat, tetapi sebagian besar infeksi sejauh ini belum parah. Para ilmuwan tidak mengharapkan wabah tersebut berkembang menjadi pandemi seperti COVID-19, mengingat virus itu tidak menyebar semudah SARS-COV-2, kata pejabat WHO, dikutip dari Reuters.

"Kami mendorong Anda semua untuk meningkatkan pengawasan cacar monyet untuk melihat di mana tingkat penularan dan memahami ke mana arahnya," kata Sylvie Briand, direktur WHO untuk Kesiapsiagaan Bahaya Menular Global.

WHO sedang mengerjakan panduan baru untuk negara-negara tentang strategi vaksinasi dan mengadakan pertemuan lebih lanjut untuk mendukung negara-negara anggota dengan lebih banyak saran tentang cara mengatasi situasi tersebut.

Briand mengulangi pandangan WHO bahwa kecil kemungkinan virus itu bermutasi. Namun, ia mengatakan penularan mungkin didorong oleh perubahan perilaku manusia, terutama ketika orang-orang kembali bersosialisasi ketika pembatasan COVID-19 dicabut. di seluruh dunia.

Beberapa negara sudah mengambil tindakan pencegahan untuk memberikan perlindungan bagi orang-orang yang mungkin telah terpapar virus.

Baca Juga: WHO Klaim Virus Cacar Monyet Bisa Dikendalikan Lewat Vaksinasi
WHO: Tak Perlu Vaksinasi Cacar Monyet Secara Massal

Otoritas kesehatan Prancis merekomendasikan bahwa orang dewasa yang berisiko yang telah melakukan kontak dengan orang yang dikonfirmasi dengan cacar monyet dan staf kesehatan yang terpapar pasien yang terinfeksi harus divaksinasi.

Sementara itu, Jerman telah memerintahkan 40.000 dosis untuk siap digunakan pada mereka yang terinfeksi jika wabah di negara itu menjadi lebih parah.

Video Terkait