Kesenjangan Berkurang, Tren Daya Saing Digital di 157 Daerah Meningkat

Ilustrasi - Daya saing digital. (Pixnio)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 24 Mei 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - East Ventures, sebuah perusahaan venture capital di Indonesia merilis versi lanjutan East Ventures - Digital Competitiveness Index (EV-DCI) yang berisi informasi mendalam tentang daya saing digital di 157 kota/kabupaten di Indonesia.

Operating Partner East Ventures, David Fernando Audy mengatakan laporan itu memberikan informasi lebih rinci tentang bagaimana setiap kota/kabupaten telah berkontribusi menuju inklusi dan pemerataan daya saing digital di Indonesia.

"Laporan ini bertujuan untuk menandai keberhasilan dari sektor-sektor dan mengidentifikasi ruang perbaikan untuk mempercepat daya saing digital di Indonesia," ujar David.

Laporan East Ventures menunjukkan daya saing digital di kota/kabupaten di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Ini terlihat dari median EV-DCI tahun 2022 untuk 157 kota/kabupaten memiliki skor 43,5 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 42,2 (2021) dan 36,7 (tahun 2020).

Selain itu, nilai sebaran (spread) antara kota/kabupaten dengan kinerja tertinggi dan terendah semakin menyempit. Ini mengindikasikan semakin berkurangnya kesenjangan daya saing digital.

East Ventures mencatat pada tahun 2020 dan 2021 kesenjangan antara peringkat teratas dengan terbawah masih di angka 52,2 dan 48,2. Namun, tahun ini kesenjangan itu menurun menjadi 47,3.

"Temuan ini juga menunjukkan kelompok menengah dan bawah terus tumbuh dan mengejar peringkat kota/kabupaten teratas," katanya.

Secara konsisten dalam dua laporan sebelumnya, tahun ini kota/kabupaten di wilayah Jabodetabek masih mendominasi. Posisi lima teratas secara berurutan yaitu DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Yogyakarta, Kota Bekasi dan Kota Depok.

Sementara kota/kabupaten di luar wilayah Jabodetabek terus menunjukkan peningkatan daya saing digital. Di luar Jawa, salah satu kota/kabupaten yang mengalami peningkatan tajam tahun ini adalah Kota Bengkulu, naik 28 peringkat ke posisi 14.

Laporan EV-DCI menyebutkan peningkatan daya saing digital itu didorong peningkatan skor yang signifikan di bidang sumber daya manusia (SDM) dan pilar infrastruktur serta penggunaan TIK.

David menjelaskan, Laporan EV-DCI 2022 juga dilengkapi dengan hasil survei terhadap 71 perusahaan digital, analisis 8 sektor, serta perspektif dari 18 tokoh. Perspektif ini mencakup pengambil kebijakan di pemerintahan antara lain Menko Perekonomian, Menko Maritim dan Investasi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Kesehatan, dan lain-lain.

Lebih lanjut, EV-DCI 2022 bisa menjadi acuan bagi pemangku kepentingan (pemerintah, investor, akademisi, dan pelaku bisnis) untuk memetakan dan menetapkan strategi menuju era emas digital Indonesia.

Baca Juga: Kesenjangan Berkurang, Tren Daya Saing Digital di 157 Daerah Meningkat
Semai Insan Digital Lokal, Bank Mandiri Hadirkan Ruang Kerja Terbuka di Solo Techno Park



Strategi itu tergambar dalam building blocks (blok bangunan) yang berbentuk seperti rumah di mana infrastruktur TIK menjadi fondasi yang akan memfasilitasi pemerataan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Rumah itu didukung tiga pilar digital yaitu pemerintah digital, masyarakat digital dan bisnis digital.

"East Ventures berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan dalam mempercepat digitalisasi nasional untuk mencapai ekosistem digital yang lebih baik menuju era keemasan digital Indonesia," pungkasnya.

 

Video Terkait