Bunga Acuan BI Tetap, Rupiah Berakhir Menguat Jadi Rp14.661 per Dolar AS

Ilustrasi mata uang rupiah terhadap dolar AS (Foto Antara)

Editor: Yoyok - Selasa, 24 Mei 2022 | 15:35 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada akhir transaksi hari ini, Selasa (24/5) sore, ditutup menguat 11 poin atau 0,08 persen menjadi Rp14.661 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp14.672 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan penguatan mata uang Garuda disebabkan pasat merespons positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan. 

“Keputusan BI mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen sesuai dengan ekspektasi,” kata Ibrahim.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate  sejalan dengan perlunya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta tetap menjaga pertumbuhan ekonomi.

Perry menambahkan pertumbuhan ekonomi perlu didorong di tengah tingginya tekanan eksternal terkait dengan ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina, serta percepatan normalisasi kebijakan moneter di berbagai negara maju dan berkembang.

Baca Juga: Bunga Acuan BI Tetap, Rupiah Berakhir Menguat Jadi Rp14.661 per Dolar AS
Rupiah Selasa Pagi Dibuka Menguat Jadi Rp14.661 per Dolar AS

“Sejalan dengan hal tersebut, BI menempuh penguatan bauran kebijakan seperti memperkuat kebijakan nilai tukar rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi,” jelas Gubernur Perry.

Ibrahim mengungkapkan investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan terakhir Fed, yang dijadwalkan pada Rabu (25/5). Kemudian reserve Bank of New Zealand akan memberikan keputusan kebijakannya pada hari yang sama, dilanjutkan dengan Bank of Korea Kamis (26/5).

Video Terkait