WHO Perluas Identifikasi dan Pengawasan Kasus Cacar Monyet

Kantor organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (Wikimedia)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 23 Mei 2022 | 17:20 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa pihaknya berharap akan mengidentifikasi lebih banyak kasus cacar monyet, dan memperluas pengawasan di negara-negara dimana penyakit itu biasanya tidak ditemukan.

Hingga Sabtu, 92 kasus yang dikonfirmasi dan 28 kasus dugaan cacar monyet telah dilaporkan dari 12 negara anggota yang tidak endemik virus, kata badan PBB itu.

WHO menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan panduan dan rekomendasi lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang bagi negara-negara tentang cara mengurangi penyebaran cacar monyet.

"Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa penularan (penyakit cacar monyet) terjadi di antara orang-orang yang melakukan kontak fisik dekat dengan kasus-kasus yang menunjukkan gejala,” Kata WHO, dikutip dari reuters.

Monkeypox  atau cacar monyet adalah penyakit menular yang biasanya ringan, dan endemik di bagian barat dan tengah Afrika. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat, sehingga relatif mudah dikendalikan melalui tindakan seperti isolasi diri dan kebersihan. 

"Apa yang terjadi sekarang adalah penyakit ini telah masuk ke populasi sebagai bentuk seksual, sebagai bentuk genital, dan menyebar seperti infeksi menular seksual, yang telah memperkuat penularannya di seluruh dunia," kata pejabat WHO David Heymann, seorang spesialis penyakit menular.

Heymann mengatakan komite ahli internasional bertemu melalui konferensi video untuk melihat apa yang perlu dipelajari tentang wabah dan dikomunikasikan kepada publik, termasuk apakah ada penyebaran tanpa gejala, siapa yang paling berisiko, dan berbagai rute penularan.

Heymann mengatakan kontak dekat adalah jalur penularan utama, karena lesi khas penyakit ini sangat menular. Misalnya, orang tua yang merawat anak yang sakit berisiko, seperti juga petugas kesehatan, itulah sebabnya beberapa negara mulai menginokulasi tim yang merawat pasien cacar monyet menggunakan vaksin cacar, virus terkait.

Heymann mengatakan secara biologis masuk akal virus itu telah beredar di luar negara-negara endemik, tetapi tidak menyebabkan wabah besar sebagai akibat dari penguncian COVID-19, jarak sosial, dan pembatasan perjalanan.

Ia menegaskan, wabah cacar monyet tidak menyerupai masa-masa awal pandemi COVID-19 karena tidak mudah menular. Mereka yang menduga mereka mungkin telah terpapar atau yang menunjukkan gejala termasuk ruam bergelombang dan demam, harus menghindari kontak dekat dengan orang lain.

Video Terkait