Covid-19 Belum Reda, Peneliti Ingatkan Kemunculan Virus Hendra

Hewan malam kelelawar. (Piqsels)

Editor: M Kautsar - Kamis, 19 Mei 2022 | 12:40 WIB

Peneliti Griffith University menemukan varian virus Hendra baru yang dapat menular ke kuda dan manusia jauh lebih luas di seluruh Australia daripada yang diketahui sebelumnya.

Diterbitkan di Emerging Infectious Disease, varian tersebut terdeteksi dalam urin kelelawar hitam dan berkepala abu-abu melintasi distribusi geografis yang luas dari pantai utara-tengah NSW hingga Queensland tenggara.

Dilaporkan laman resmi Griffith University, varian virus Hendra baru (HeV-g2) baru-baru ini ditemukan pada sampel kuda yang mati pada 2015 karena sakit akut dan sebelumnya terdeteksi pada organ kelelawar.

“Deteksi varian Hendra baru dalam urin itu penting, karena kontak dengan urin kelelawar yang terinfeksi adalah bagaimana kuda bisa terinfeksi,” kata pemimpin peneliti Dr Alison Peel, dari Pusat Kesehatan Planet dan Keamanan Pangan Griffith University, diakses Kamis (19/5/2022).

“Studi kami, dengan mengungkapkan asosiasi dengan spesies kelelawar tertentu, membantu mengidentifikasi distribusi varian pada hewan-hewan ini dan risiko tumpahan ke kuda dan kemudian manusia."

“Distribusi kelelawar berkepala abu-abu meluas ke wilayah NSW, Victoria, dan Australia Selatan yang biasanya tidak dianggap berisiko tinggi untuk limpahan Hendra. Tetapi bukti kami menunjukkan bahwa risiko virus Hendra pada kuda dan pengasuhnya harus menjadi pertimbangan di mana pun rentang kelalawar dan kuda tumpang tindih.”

Virus Hendra merupakan patogen yang bersirkulasi secara alami pada kelelawar Australia. Tumpahan varian virus Hendra asli dari kelelawar ke kuda telah terdeteksi 65 kali dan empat dari tujuh orang yang terinfeksi selanjutnya dari kuda telah meninggal.

Pada Oktober 2021, varian baru HeV-g2 dari virus Hendra diketahui telah mengakibatkan kematian seekor kuda di dekat Newcastle, New South Wales, Australia, lebih jauh ke selatan daripada yang sebelumnya terdeteksi pada kuda.

“Karena sifat yang sangat spesifik dari tes genetik untuk mendeteksi virus Hendra, varian dengan urutan genetik yang berbeda dapat tetap tidak terdeteksi,” kata Dr Peel.

“Strain virus HeV-g2 baru tidak akan terdeteksi oleh jenis analisis genetik yang digunakan dalam pengawasan skala besar sebelumnya terhadap inang potensial.

“Kami menggunakan jenis tes genetik baru yang dapat mendeteksi kedua varian, yang dikembangkan oleh kolaborator kami di University of Sydney dan CSIRO, untuk menyaring sampel urin kelelawar yang dikumpulkan di area yang luas di timur laut NSW dan Queensland tenggara.”

Studi ini menyaring lebih dari 6.000 sampel urin kelelawar yang dikumpulkan antara Desember 2016 dan September 2020 sebagai bagian dari program penelitian Bat One Health yang dilakukan bekerja sama dengan Montana State University dan Rocky Mountain Laboratories.

Video Terkait