Dolar Keok di Asia, Rupiah Jadi Rp14.644 per Dolar AS

Ilustrasi: Lembaran dolar AS dan rupiah Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pri)

Editor: Yoyok - Selasa, 17 Mei 2022 | 15:35 WIB

Sariagri - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada akhir transaksi hari ini, Selasa (17/5) sore, menguat 52 poin atau 0,35 persen menjadi Rp14.644 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu Rp14.696 per dolar AS.

Selain rupiah, hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas nilai tukar mata uang di kawasan Asia juga menang melawan dolar AS, kecual yen Jepang yang melemah 0,18 persen. Sedangkan dolar Hong Kong naik 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,31 persen, dolar Taiwan menguat 0,40 persen, dan krown Korea menguat 0,72 persen.

Kemudian, peso Filipina menguat 0,12 persen, rupee India menguat 0,25 persen, yuan China menguat 0,49 persen, ringgit Malaysia menguat 0,11 persen, dan baht Thailand perkasa 0,43 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan penguatan nilai tukar mata uang di Asia, termasuk rupiah, disebabkan dolar melemah dari level tertinggi dua dekade karena imbal hasil obligasi AS turun sedikit akibat para pedagang menghitung kenaikan suku bunga jangka pendek yang agresif dari Federal Reserve AS yang akan menyeret pertumbuhan jangka panjang AS.

“Beberapa bukti yang menunjukkan perlambatan ekonomi AS muncul Senin dengan indeks manufaktur Empire State Fed New York menunjukkan penurunan mendadak selama Mei,” ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, saat ini investor menunggu pidato Ketua Fed Jerome Powell dan pembuat kebijakan Fed lainnya di kemudian hari, dengan Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker berbicara sehari kemudian.

Baca Juga: Dolar Keok di Asia, Rupiah Jadi Rp14.644 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Berpeluang Menguat

Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim menyebut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang neraca perdagangan Indonesia pada April 2022 yang surplus sebesar 7,56 miliar dolar AS memposisikan rupiah jadi menguat,

BPS memaparkan surplus perdagangan terjadi akibat nilai ekspor lebih tinggi, dibandingkan posisi impornya. Pada April 2022 ekspor Indonesia menyentuh 27,32 miliar dolar AS, atau naik 3,11 persen secara month to month (mtm). Sementara posisi impor Indonesia hanya 19,76 miliar dolar AS, atau turun 10,01 persen. Surplus ini beruntun selama 24 bulan.

Video Terkait