Soal Adanya Jenderal di Balik Mafia Migor, Ini Kata Jaksa Agung

Tangkapan layar Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. (Antara/Putu Indah Savitri)

Editor: Dera - Jumat, 13 Mei 2022 | 18:50 WIB

Sariagri - Kasus mafia minyak goreng hingga kini masih terus bergulir, satu per satu koruptor pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) mulai terungkap. 

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung sudah menetapkan empat tersangka yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley dan General Manager di Departemen General Affair PT Musim Mas Picare Tagore Sitanggang.

Tak berhenti di situ saja, Kejaksaan Agung mengaku masih terus melakukan penyelidikan untuk membongkar aktor intelektual di balik kasus korupsi minyak goreng yang sangat membuat rakyat menderita. 

Bahkan, Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menyebut tak menutup kemungkinan jika ada pejabat tinggi yang terlibat, mulai dari Menteri hingga Jenderal. 

"Bisa saja seseorang full power di situ, dia yang mengizinkan, memberi izin, tapi juga pemutus. Tapi kita akan lihat, ini kan baru berapa hari," ujar Burhanuddin saat bicara dalam podcast bersama Deddy Corbuzier.

"Bisa saja, asal ada fakta bukti mengarah ke sana kenapa tidak, bahkan selevel Menteri, iya bisa saja, Jenderal, iya bisa saja kan sudah terjadi," ujar Burhanuddin saat bicara dalam podcast bersama Deddy Corbuzier. 

Namun, Burhanuddin menyebut dugaan tersebut tak bisa sembarangan melainkan harus disertakan dengan bukti-bukti. 

"Tapi kita akan lihat ada faktanya gak, ada buktinya gak ke sana, ini kan masalah hukum kita tidak bisa sembarangan aja untuk menentukan si ini tanpa ada bukti, kita kalau ada alat bukti siapapun insya Allah bisa," ungkapnya saat ditanya Deddy Corbuzier. 

Usai menetapkan empat tersangka, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus Kejagung) memeriksa Direktur PT Wahana Tirtasari sebagai saksi terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO).

Baca Juga: Soal Adanya Jenderal di Balik Mafia Migor, Ini Kata Jaksa Agung
Jampidsus: Ada Manipulasi Syarat Pemberian Izin Ekspor Minyak Goreng

"Saksi yang diperiksa, yaitu Direktur PT Wahana Tirtasari dengan inisial BKJ," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kajagung) Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya. 

Selain BKJ, Kejaksaan Agung juga memeriksa satu orang saksi lainnya, yaitu LCW alias WH selaku Penasihat Kebijakan/Analisis pada Independent Research & Advisory Indonesia, diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya pada bulan Januari 2021 sampai dengan Maret 2022.

Pemeriksaan saksi untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut.

Video Terkait