Pakar: Masyarakat Diminta Waspada dengan Hepatitis Misterius

Ilustrasi hepatitis. (Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 13 Mei 2022 | 18:35 WIB

Sariagri - Masyarakat diminta segera ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang diduga sebagai hepatitis. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penularan hepatitis akut misterius.

"Jika mengalami gejala awal yang patut dicurigai seperti hepatitis akut, maka segera saja periksa ke fasilitas pelayanan terdekat," kata Kepala Seksi Pencegahan Pengendali Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu.

Dijelaskan bahwa gejala awal terpapar hepatitis akut misterius yang saat ini menyerang anak-anak hampir sama seperti gejala hepatitis lain. Ia menambahkan, apabila seseorang mengalami demam disertai mual, muntah, kembung, dan perubahan warna tubuh menjadi kuning, maka harus segera ditangani tenaga kesehatan.

"Saat mengalami gejala awal harus segera ditangani puskesmas, dan apabila tidak membaik maka akan dirujuk ke rumah sakit," tuturnya.

"Jika sudah muncul warna kuning, maka segera saja ke rumah sakit, kecepatan penanganan menjadi penting," jelasnya.

Endang mengatakan, masyarakat dimungkinkan tidak waspada karena gejala awal yang muncul hampir sama seperti infeksi penyakit lain yang disebabkan virus.

Sehingga, lanjut dia, masyarakat menganggapnya sebagai penyakit biasa yang akan segera sembuh jika diberi obat yang bisa dibeli bebas.

"Munculnya penyakit hepatitis akut misterius tidak boleh dianggap enteng. Masyarakat tetap harus waspada tetapi tidak panik," kata Endang.

Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk pencegahan sebelum muncul penyakit hepatitis akut, seperti memberikan imunisasi hepatitis, khususnya hepatitis B yang dapat diakses secara gratis.

Baca Juga: Pakar: Masyarakat Diminta Waspada dengan Hepatitis Misterius
Dokter Anak: Waspadai dan Kenali Gejala Dini Hepatitis Akut

"Memang belum ada vaksin untuk hepatitis akut. Tetapi setidaknya dengan imunisasi hepatitis bisa menumbuhkan kekebalan tubuh terhadap virus," katanya.

Endang mengatakan, imunisasi hepatitis bisa langsung diberikan ketika bayi dilahirkan dan diulang pada usia dua bulan, tiga bulan, empat bulan, dan booster pada usia 18 bulan.

Video Terkait