Pasien Hepatitis Akut yang Sudah Sembuh Kemungkinan Bisa Terinfeksi Ulang

Ilustrasi hepatitis. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 13 Mei 2022 | 19:00 WIB

Terdapat 18 kasus hepatitis akut yang bergejala terdeteksi di Indonesia.  Penyebaran kasus ini berada di Sumatera Utara 1kasus, Sumatera Barat 1 kasus, Kepulauan Bangka Belitung 1 kasus, DKI Jakarta 12 kasus, Kalimantan TImur 1 kasus, Jawa Barat 1 kasus dan Jawa Timur. 1 kasus.

Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr. Mohammad Syahril mengatakan hepatitis akut merupakan penyakit yang tidak mungkin untuk disembuhkan bila penangannya tepat. Sejumlah pasien yang dinyatakan terkena hepatitis akut bisa sembuh.

“Penyakit Hepatitis ini bisa sembuh. Maka saat dia (pasien) dinyatakan sembuh, dia akan kembali seperti biasa, tidak ada gejala-gejala yang menetap atau menjadi tambah berat,” kata dr. Syahril dalam konferensi pers virtual di Youtube Kementerian Kesehatan, Jumat (13/5/2022).

Meski demikian, dr. Syahril menegaskan bahwa pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit hepatitis akut kemungkinan bisa kembali terinfeksi apabila melakukan kontak atau tidak menjaga kebersihan diri.

“Tetapi kemungkinan untuk (pasien) terkena lagi bisa, apabila dia kontak lagi dengan orang atau pasien dengan hepatitis akut,” ujarnya.

Sebagai bentuk kewaspadaan bersama, dr Syahril meminta pada masyarakat agar betul-betul memahami gejala awal dari hepatitis akut, seperti gejala kuning, sakit perut akut, diare akut, muntah, penurunan kesadaran, lesu dan kejang.

“Dan tentu saja dengan mengenal kasus ini lebih awal kita lebih peduli kepada anak tersebut untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya, jangan sampai anak ini mendapat keluhan yang lebih berat,” pungkasnya

Video Terkait