Dokter: Tidak Benar Hepatitis Akut Gejala Berat Berhubungan dengan Vaksin

Ilustrasi - Penyakit hepatitis. (Maxpixel)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 5 Mei 2022 | 18:40 WIB

Sariagri - Mengaitkan Hepatitis akut bergejala berat dengan Adenovirus pada vaksin COVID-19 dinilai sebagai narasi yang tidak benar. Hingga saat ini belum ada informasi penguat yang menyebutkan Adenovirus berhubungan langsung dengan Hepatitis akut berat.

"Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan, bahwa kejadian ini (Hepatitis akut berat) dihubungkan dengan COVID-19 adalah tidak benar. Gak ada bukti hubungan dengan vaksin COVID-19," ujar Dokter Anak Konsultan Gastrohepatologi Hanifah Oswari saat dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (5/5/2022).

Sebelumnya, Journal Hepatology yang terbit pada 21 April 2022 menuliskan laporan "Vaksinasi SARS-CoV-2 dapat menimbulkan Hepatitis dominan sel T CD8,". Ditemukan Adenovirus 41 pada dua anak yang menjalani transplantasi hati akibat Hepatitis akut berat di Amerika Serikat.

"Masih mungkin itu kejadian yang bersamaan, tapi bukan berhubungan langsung," katanya.

Dokter anak di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta itu menambahkan pemerintah sudah minta Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta dan Laboratorium Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) untuk meneliti penyebab Hepatitis akut bergejala berat.

"Kenapa jadi banyak anak-anak kena di banyak negara. Agar kita bisa tahu keadaan ini dan penyebabnya," katanya.

Secara terpisah, Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan Adenovirus 41 adalah jenis virus yang sering ditemukan sehari-hari, biasanya menyebabkan gejala diare, muntah, demam, dan gejala saluran pernapasan. Biasanya tidak menyebabkan hepatitis pada anak sehat.

"Berbeda dengan strain Adenovirus yang digunakan di dalam vaksin COVID-19 AstraZeneca, yang menggunakan strain ChAdOx1 (modifikasi dari adenovirus yang menginfeksi simpanse)," katanya.

Dia mengatakan Adenovirus 41 kebanyakan dialami anak usia kurang dari 5 tahun, terutama yang belum divaksin COVID-19.

Baca Juga: Dokter: Tidak Benar Hepatitis Akut Gejala Berat Berhubungan dengan Vaksin
Rumah Sakit Ini Jadi Rujukan Perawatan Pasien Hepatitis Misterius



"Ada kenaikan angka infeksi adenovirus pada anak di Inggris sejak November 2021 dibandingkan 5 tahun ke belakang," katanya.

Video Terkait