Ibu Kota India Diselimuti Asap Tebal Setelah "Pegunungan Sampah" Terbakar

Ilustrasi kebakaran. (Foto: Unsplash)

Editor: Putri - Rabu, 27 April 2022 | 20:10 WIB

Sariagri - Asap tebal terus membumbung di atas ibu kota India, New Delhi. Asap tersebut kini memasuki hari kedua setelah tempat pembuangan sampah besar terbakar selama gelombang panas yang menyengat di India.

Mengutip South China Morning Post, tempat pembuangan sampah yang terbakar tersebut berada di Bhalswa. Tempat pembuangan itu lebih tinggi dari gedung 17 lantai dan lebih besar dari 50 lapangan sepak bola.

Pekerja limbah yang tinggal di rumah-rumah terdekat area kebakaran telah mengosongkan jalan-jalan. Namun pada Rabu 27 April 2022 pagi, ribuan orang yang tinggal dan bekerja di tempat pembuangan sampah mulai proses berbahaya mencoba menjauhkan sampah dari api.

“Setiap tahun ada kebakaran. Hal ini tidak baru. Ada risiko untuk hidup dan mata pencaharian, tapi apa yang kita lakukan?” kata Bhairo Raj, seorang pekerja yang tinggal di sebelah tempat pembuangan sampah.
Bhairo Raj mengatakan bahwa anak-anaknya belajar di sana dan dia tidak mampu untuk pergi.

Ibu kota India, seperti negara-negara Asia Selatan lainnya, berada di tengah gelombang panas yang memecahkan rekor. Kata para ahli, gelombang panas tersebut merupakan penyebab kebakaran tempat pembuangan sampah.

Tiga tempat pembuangan sampah lain di sekitar ibu kota India juga terbakar dalam beberapa pekan terakhir.

Tempat pembuangan akhir di Bhalswa terakhir kali direncanakan untuk ditutup lebih dari satu dekade lalu. Tetapi lebih dari 2.300 ton sampah masih dibuang di sana setiap hari. Sampah organik kemudian meluruh, menghasilkan penumpukan gas metana yang sangat mudah terbakar.

“Dengan suhu tinggi, pembakaran spontan ini akan terjadi,” kata Ravi Agarwal, direktur Toxics Link, sebuah kelompok advokasi di New Delhi yang berfokus pada pengelolaan limbah.

Beberapa mobil pemadam kebakaran bergegas ke tempat pembuangan sampah untuk mencoba memadamkan api. Pada malam hari, tempat sampah tersebut menyerupai gunung yang terbakar dan membara hingga pagi hari.

Baca Juga: Ibu Kota India Diselimuti Asap Tebal Setelah "Pegunungan Sampah" Terbakar
Hati-hati Saat Bakar Sampah, Kepulan Asapnya Bisa Ganggu Kualitas Udara

Maret adalah bulan terpanas di India dalam lebih dari satu abad dan April juga sama teriknya. Suhu bahkan bisa mencapai 43 derajat Celcius di beberapa kota dan diperkirakan akan terus meningkat.

“Gelombang panas India saat ini lebih panas akibat perubahan iklim,” kata Dr Friederike Otto, dosen senior ilmu iklim di Institut Grantham di Imperial College London.

Video Terkait