Gunung Api Krakatau Status Siaga, PVMBG: Jalur Selat Sunda Relatif Aman

CCTV dari Pulau Sertung pada Minggu (24/4/2022) pukul 20:20:02 WIB menunjukkan aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau. (Antara)

Editor: M Kautsar - Selasa, 26 April 2022 | 10:15 WIB

Sariagri - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengharapkan pemerintah daerah mempersiapkan rencana kontinjensi usai penetapan status siaga Gunung Api Krakatau (GAK).

"Barangkali BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) atau pemerintah dari daerah setempat biasanya sudah mulai menyiapkan contingency plan (rencana kontinjensi)," kata Dwikorita, Senin (26/04/2022).

Dwikorita mengatakan jika seandainya kondisi tersebut berkembang menuju kemungkinan terburuk, perlu disiapkan jalur-jalur evakuasi yang tampak untuk masyarakat, seperti misalnya yang terdapat di Kabupaten Pandeglang, Banten.

BMKG juga melakukan pengecekan kekuatan peladen di Indonesia, agar peringatan dini dapat tersampaikan.

"Kami juga memastikan bahwa seluruh peralatan berjalan dengan performanya dengan maksimal dengan baik jadi. Artinya apa, belum sampai level krisis, tapi penyiapan penyiapan kemungkinan terburuk sudah perlu kita cek," kata Dwikorita.

Sebelumnya, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi atau tsunami pada malam hari, usai penetapan status level 3 pada aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Akibat peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, BMKG, bersama PVMBG, Badan Geologi di bawah Kementerian ESDM terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan muka air laut di Selat Sunda.

Masyarakat diminta untuk tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung, kemudian untuk memastikan informasi hanya bersumber dari PVMBG, Badan Geologi, dan BMKG serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca Juga: Gunung Api Krakatau Status Siaga, PVMBG: Jalur Selat Sunda Relatif Aman
Waspada! Tasikmalaya Terancam Tsunami Megathrust Setinggi 23 Meter

Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan dengan tetap memperhatikan informasi dari pihak berwenang yaitu BMKG badan geologi, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan jalur penyeberangan di Selat Sunda relatif aman meski ada peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kepala PVMBG Hendra Gunawan, mengatakan potensi bahaya saat ini adalah lontaran material pijar dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi, sehingga masyarakat yang bermukim atau beraktivitas di luar jarak radius lima kilometer dari pusat kawah relatif aman.
"Masyarakat yang ada di luar lima kilometer itu tetap tenang, termasuk masyarakat yang melakukan mudik menggunakan transportasi kapal laut yang jaraknya puluhan kilometer (dari Gunung Anak Krakatau). Jadi relatif aman, tetapi untuk kehati-hatian diminta untuk tetap mengikuti update informasi yang dikeluarkan Badan Geologi," kata Hendra.

Video Terkait