Ingat, Tidur Setelah Sahur Tidak Dianjurkan Lho!

Ilustrasi tidur usai sahur tidak boleh. (Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 19 April 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Saat bulan Ramadan, umat muslim dianjurkan agar bangun lebih awal untuk melakukan makan sahur. Siklus tidur sebagian orang berubah, dimana lebih memilih untuk melanjutkan tidurnya setelah sahur karena merasa waktu tidurnya masih kurang.

Kebiasaan tidur setelah sahur ternyata berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, terutama organ pencernaan yang harus bekerja ekstra untuk mencerna makanan.

Mengutip dari laman Very Well Health, secara umum, ahli gizi menganjurkan untuk menunggu sekitar 2 sampai 3 jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur. Ini dikarenakan dalam mencerna dan mengolah makanan hingga sempurna—menghasilkan sari makanan, sistem pencernaan setidaknya membutuhkan waktu 3 jam.

Tidak hanya itu, hampir seluruh fungsi tubuh juga berhenti bekerja selama tidur, kecuali jantung, otak, dan paru-paru. Sehingga, tidur setelah makan sahur justru tidak memberikan cukup waktu untuk sistem cerna bekerja dalam mengolah makanan.

Posisi tegak merupakan posisi paling nyaman bagi tubuh saat mencerna makanan. Posisi ini mempermudah kinerja dari sistem pencernaan. 

Dampak buruk bagi kesehatan

Berbagai masalah kesehatan dapat timbul akibat makanan yang tidak tercerna dengan baik.

1. Refluks

Rafluks asam atau yang juga disebut GERD (Gastro-esophageal Reflux Disease) merupakan penyakit pencernaan dimana asam lambung atau empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan.

Ini terjadi saat katup antara kerongkongan dan lambung tidak tertutup sepenuhnya. Biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi ketika perubahan posisi menjadi telentang. Posisi telentang menyebabkan terjadinya pelonggaran klep lambung sehingga asam lambung dalam perut mengalir balik ke bagian kerongkongan.

Gejala yang menunjukkan terjadinya refluks asam meliputi panas di bagian dada dan tenggorokan, mual, bersendawa, dan mulut pahit.

2. Penumpukan Lemak

Makanan yang masuk ke tubuh akan digunakan sebagai energi. Namun tidur setelah makan sahur membuat kalori akan tersimpan menjadi lemak. Terlebih, jika makanan yang disantap saat sahur adalah karbohidrat dan lemak. Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan, ini akan membuat lemak tubuh semakin menumpuk.

3. Sembelit

Tidur setelah sahur dapat memperlambat proses pencernaan, sehingga akan menyebabkan makanan terlalu lama 'berdiam diri' dalam perut. Gangguan pencernaan seperti sembelit dapat terjadi karena timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna.

Selanjutnya, feses akan menjadi kering dan padat karena usus menyerap banyak cairan dari feses. Alhasil, perlu usaha keras dalam mengeluarkannya dari tubuh.

Selain itu, kurangnya konsumsi makanan berserat juga dapat memicu sembelit yang membuat tidak nyaman saat berpuasa. Dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran agar proses pencernaan menjadi lebih lancar.

4. Stroke

Mengutip dari laman Lully Sleep, tidur setelah makan dapat memicu peningkatan risiko stroke. Menurut beberapa penelitian, ini karena tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna makanan dalam posisi berbaring.

Dalam hal ini, untuk memperlancar kerjanya, lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak. Di sisi lain, otak juga tetap membutuhkan asupan darah yang stabil meski sedang tertidur.

Baca Juga: Ingat, Tidur Setelah Sahur Tidak Dianjurkan Lho!
Ahli Gizi: Jangan Lewatkan Sahur agar Kesehatan Tubuh Tetap Terjaga

Ini bisa memungkinkan otak kekurangan oksigen karena suplai darah lebih terkonsentrasi menuju perut. Bila kebiasaan ini terus dilakukan, dalam jangka panjang, otak bisa mengalami stroke.

5. Serangan Jantung

Tidur setelah makan berat dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Saat tekanan darah tidak kunjung menurun dan berlangsung dalam waktu yang lama, akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung koroner, serangan jantung, dan penyakit kronis lainnya.

 

Video Terkait