Fakta di Balik Gerakan Hapus Tumpukan Email untuk Kurangi Pemanasan Global

Ilustrasi Email. (Sariagri/Pixabay)

Editor: Reza P - Sabtu, 16 April 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Belakangan ini tengah viral lewat pesan berantai di grup Whatsapp terkait peringatan Hari Bumi 2022 yang akan diperingati 22 April mendatang, di mana berisikan salah satu cara untuk berpartisipasinya yaitu dengan menghapus email.

Cara tersebut dianggap bisa membantu pemanasan global, dilansir dari berbagai sumber, dampak menumpuknya email dianggap berpengaruh terhadap terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.

Tumpukan email disebut membuat kinerja server layanan email menjadi lebih besar, sehingga menghasilkan polusi lebih tinggi yang dapat meningkatkan emisi karbon bumi. Di mana emisi karbon merupakan faktor pendorong terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.

Sebuah studi yang didanai perusahaan energi OVO menyebutkan bahwa warga Inggris mengirim lebih dari 64 juta email tidak penting setiap hari. Disebutkan, jika setiap orang mengirim email lebih sedikit setiap harinya, maka dapat mengurangi 16.433 ton emisi karbon tahunan.

Jumlah tersebut diklaim setara dengan 81.152 penerbangan dari Inggris ke Madrid atau sama dengan menghilangkan 3.334 mobil diesel dari jalan raya.

Mike Berners-Lee, peneliti yang menjadi penasihat OVO dalam riset tersebut, memaparkan alasan email berkontribusi terhadap emisi karbon bumi. "Ketika Kamu mengetik, komputer Kamu menggunakan listrik. Ketika Kamu mengirim email lewat internet, jaringan yang digunakan juga membutuhkan listrik," katanya.

Selain itu, email yang dikirim juga akan disimpan di penyimpanan awan atau cloud storage. Meski disebut penyimpanan awan, namun cloud storage sesungguhnya adalah mesin-mesin data center yang menyedot listrik dalam jumlah besar.

"Kita tidak memikirkan hal itu karena kita tidak bisa melihat asap keluar dari komputer kita, tetapi jejak karbon dari teknologi informasi sangat besar dan terus berkembang," ujarnya.

Mengurangi emisi karbon ternyata tidak sesederhana mengurangi jumlah email yang dikirim setiap hari, atau menghapus email yang disimpan. Bahkan jika estimasi emisi karbon yang berhasil dikurangi dengan cara tersebut benar, jumlahnya masih terlalu kecil dibanding emisi yang dihasilkan setiap tahun.

Data pada tahun 2019 menunjukkan bahwa emisi karbon tahunan yang dihasilkan Inggris mencapai 435,2 juta ton. Artinya, pengurangan emisi yang dicapai dengan mengurangi jumlah email yang dikirimkan setiap hari hanya berkontribusi menurunkan 0.0037 persen dari total emisi karbon tahunan.

Dan angka tersebut hanya dapat dicapai jika setiap warga Inggris sepakat mengurangi jumlah email yang mereka kirim setiap hari.

Chris Preist, profesor bidang sustainability dan sistem komputer di Universitas Bristol mengatakan, estimasi karbon yang dihasilkan dari sebuah email dalam studi tersebut diperoleh dengan cara menghitung setiap lini yang mungkin terlibat.

Misalnya, energi yang digunakan oleh server, wifi di rumah, laptop, dan bahkan karbon yang dihasilkan dari pembangunan gedung data center. "Kenyataannya, banyak dari sistem tersebut yang masih berdampak (menghasilkan karbon), tidak peduli apakah email terkirim atau tidak," kata Preist.

Perangkat-perangkat tersebut masih akan tetap menyedot daya, sekalipun tidak digunakan untuk mengirim email. "Akan ada penghematan kecil di data center yang menampung email, terutama jika memungkinkan mereka untuk menggunakan beberapa server lebih sedikit. Tapi karbon yang disimpan akan jauh jauh lebih kecil dari 1g per email," jelasnya.

Baca Juga: Fakta di Balik Gerakan Hapus Tumpukan Email untuk Kurangi Pemanasan Global
Demi Turunkan Karbon Dioksida di Atmosfer, Drone Ini Tanam Jutaan Pohon di Udara

Preist menambahkan, masyarakat tak perlu khawatir akan dampak dari kegiatan-kegiatan kecil mereka terhadap perubahan iklim. Menurutnya, itu adalah pekerjaan perusahaan yang menyediakan layanan tersebut, agar merancang sistemnya dengan sumber daya dan energi seefisien mungkin.

Sebagai contoh, raksasa teknologi seperti Google telah memproklamirkan diri carbon-neutral, dengan mendanai proyek-proyek lingkungan untuk mengurangi dampak emisi karbon yang dihasilkan dari layanan mereka, seperti email atau YouTube.

Video Terkait