Jadi Wisata Favorit Saat Ramadan, Ini Sejarah Masjid Cina di Lombok

Masjid Unik Berarsitektur Cina di Desa Pakuan, Lombok Barat. (Sariagri/Yongki)

Editor: Dera - Sabtu, 9 April 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Selain kaya akan keindahan pantai dan pegunungannya, pulau lombok juga dikenal dengan pulau seribu masjid dengan ragam bangunanya yang unik sebagai simbol peradaban masyarakat.

Salah satunya yakni bangunan masjid yang dibangun oleh seorang mualaf bernama Ang Thian kok bersama istrinya Tee Mai Fung di desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten lombok barat. Masjid tersebut dibangun dengan gaya arsitektur Cina.

Saat ditemui di tempat kerjanya, Ang Thian kok mengaku membuat masjid setelah memeluk agama Islam pada 16 Mei 1989, dari saat itulah mereka mengganti nama menjadi Muhammad Maliki dan Siti Maryam serta menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

Diceritakan H. Maliki, sejarah berdirinya masjid tersebut dimulai pada tahun 1989, ia bermimpi didatangi kyai atau tuan guru di rumahnya yang berada di Selagalas Kota Mataram. Selain itu, istrinya juga bermimpi membaca dua kalimat syahadat.

"Sejak kami bermimpi itu banyak petunjuk yang datang sehingga kami memeluk agama Islam pada tahun 1989," kata Maliki.

Dari situlah Maliki kemudian membangun dua masjid dengan arsitektur Cina di Dusun Jurang Malang Desa Pakuan Kecamatan Narmada dan Sangiang Desa Langko Kecamatan Lingsar Lombok Barat ini.

Di Desa Pakuan sendiri, Maliki membangun Masjid pada tahun 2010 lalu, masjid yang ia namakan Ar Ridwan ini ia bangun sebagai salah satu simbol dakwahnya untuk mempererat toleransi umat beragama di Lombok.

"Waktu itu istri saya main ke Beijing Cina lalu membawa foto masjid, dari situ kita terinspirasi membangun masjid Cina di Desa Pakuan," kata Maliki.

Ornamen dan tulisan Cina dari sejumlah sudut bangunannya membuat masjid ini dikenal warga sekitar dengan sebutan mushala kelenteng.

Berada di atas ketinggian dengan bangunan berukuran 15x12 meter, dan luas halaman sekitar 90 are membuat pemandangan di mushala kelenteng ini nampak mempesona, terlebih di halaman musala terdapat taman yang hijau nan asri.

Tidak heran, jika banyak wisatawan yang mengunjungi masjid ini sebagai kawasan religi yang menarik sebagai tempat melepas penat.

"Saya sangat bersyukur sekarang mushala yang saya bangun banyak dikunjungi masyarakat untuk beribadah, bahkan ada yang di luar daerah dari jawa datang kesini," katanya.

Bentuknya yang unik dan warnanya yang mencolok membuat mushala ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, namun menjadi lokasi wisata religi terfavorit masyarakat sekitar.

Ayuni, Wisatawan asal daerah Lombok utara sendiri mengaku senang ketika sudah sampai di Masjid Kelenteng Ar Ridwan, menurutnya masjid ini cukup menarik dan cocok untuk mereka yang ingin mencari ketenangan.

"Bangunannya bagus, terus unik dan warnanya juga menarik berarsitektur cina," kata Ayuni.

Baca Juga: Jadi Wisata Favorit Saat Ramadan, Ini Sejarah Masjid Cina di Lombok
Ngabuburit adalah Tradisi Unik di Bulan Ramadan, Bagaimana Sejarahnya?



Tidak hanya itu, diakui Ayuni pemandangan di masjid Cina sangat asri dengan taman hijau dan permukiman penduduk yang masih sangat alami. Ia mengaku cukup betah berada di masjid tersebut karena mampu memberikan ketenangan dan kesenangan tersendiri.

"Di sini pemandangannya juga bagus, hijau dan menarik mata, saya senang di sini karena kita juga tenang melihat pemandangan seperti ini," katanya. 

Video Terkait