Memar Biru Tanpa Sebab Bukan Dijilat Setan, Ini Dia Penyebabnya!

Ilustrasi memar pada tubuh (Piqsels)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 6 April 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Apakah Sobat Agri pernah menemukan memar biru pada tubuh yang munculnya tiba-tiba? Jika ya, jangan sepelekan sebab itu bisa menjadi pertanda gula dalam darah kamu sedang tinggi.

Namun masyarakat Indonesia pada umumnya menganggap kejadian ini sebagai sesuatu yang mistis. Mereka mengait-ngaikan bahwa memar di tubuh tiba-tiba tanpa alasan ini, karena dijilat oleh setan. Hal ini tentu saja hanya sebuah mitos yang sudah berkembang luas. Padahal kenyataannya kejadian itu sama sekali tidak benar. Justru kamu harus tahu bahwa sebenarnya itu menjadi pertanda yang menunjukkan gula dalam darah kamu sedang tinggi.

Sebagai informasi penyakit diabetes memang sangat terkait erat dengan sejumlah komplikasi kulit yang diakibatkan oleh melemahnya pertahanan kekebalan tubuh. Tetapi, penyakit ini bermanifestasi dalam berbagai cara, sehingga diagnososisnya menjadi sulit dan mengakibatkan lesi diabetes. Lantas apa lesi diabetes itu?

Pada dasarnya lesi diabetes adalah sebuah penyakit yang sedikit lebih mudah dikenali, karena bentuk dan warnanya yang unik. Menurut Harvard Health, memar yang terjadi secara tiba-tiba ini dikarenakan adanya cedera sehingga merusak pembuluh darah kecil yang disebut kapiler, yang kemudian berdarah di permukaan kulit. Meskipun secara umum timbulnya memar sering terjadi akibat cedera, sejumlah kondisi kronis dapat menyebabkan robekan mikroskopis di bawah kulit.

Seperti halnya jika kamu membiarkan kadar gula dalam darah yang sedang tinggi tidak terkontrol. Kondisi ini menyebabkan prekursor terkenal untuk memar, karena pembuluh darah dan glukosa berinteraksi secara berbahaya.

Jika sudah dalam stadium lanjut, kondisi ini dapat menyebabkan dermopati diabetik, di mana lesi atau memar cenderung terbentuk pada bagian tubuh yang bertulang, misalnya pada tulang kering.

Dermopati diabetik sendiri ditandai dengan lesi seperti memar yang tampak berwarna cokelat atau merah dan berbentuk oval. Lesi ini adalah hasil dari penurunan aliran darah ke area sekitar cedera, yang mencegah luka dari penyembuhan dengan benar.

Dilansir dari laman Express, seorang Konsultan Ahli Bedah Plastik terkemuka di Adore Life, Hagen Schumacher mengatakan bahwa ada banyak penderita diabetes menderita luka, yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Maksud sembuh disini adalah sembuh dengan benar, atau tidak pernah sembuh sama sekali, sebab infeksi juga dapat terjadi kapan saja. Bahkan infeksi ini dapat menyebar dari luka ke jaringan dan tulang di dekatnya, serta ke bagian tubuh lainnya.

"Hal ini dapat mengancam jiwa atau bahkan mematikan dalam beberapa situasi jika tidak ditangani dengan cukup cepat," tambah Hagen.

Pada dasarnya ketika kondisi saraf sudah rusak, maka akan cenderung menyebabkan sejumlah komplikasi lebih lanjut, termasuk neuropati diabetik. Masalah seperti itu dapat mengancam jiwa atau menyebabkan amputasi pada anggota tubuh yang terkena.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan dengan mengontrol kondisi gula dalam darah. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan, salah satunya dengan menjalani hidup sehat. Selain itu kamu juga bisa mengonsumsi suplemen dan obat-obatan yang berfungsi untuk mengontrol gula darah.

"Sangat penting untuk menjaga kadar glukosa darah dalam kisaran yang direkomendasikan oleh dokter. Diperlukan menjalani diet yang sangat baik, meliputi (konsumsi) protein berkualitas tinggi," tuturnya.

Baca Juga: Memar Biru Tanpa Sebab Bukan Dijilat Setan, Ini Dia Penyebabnya!
Menkes Ingatkan Pentingnya Asupan Protein untuk Cegah Anak Stunting

Protein merupakan komponen penting dari proses penyembuhan yang dapat membantu penyembuhan luka lebih cepat. Bahkan beberapa peneliti juga menekankan betapa pentingnya untuk kita memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks.

Karbohidrat komplek ini sangat berperan untuk mencegah lonjakan gula darah. Selain itu menggabungkan diet sehat dengan cara berolahraga secara teratur juga sangat baik untuk menjaga kesehatan, terutama bagi penderita diabetes.

Video Terkait