Arti Hilal Lengkap dengan Fase dan Metode Penentuannya

Ilustrasi bulan sabit (Pixabay)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 1 April 2022 | 18:40 WIB

Sariagri - Bagi umat Islam, munculnya hilal menjadi pertanda penting dalam penanggalan bulan baru kalender Hijriah. Islam untuk memasuki bulan baru. Namun apa sebenarnya arti hilal?

Arti Hilal dalam Ilmu Falak

Biasanya, pengamatan hilal dilakukan untuk menentukan jatuhnya bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Arti hilal dalam ilmu falak adalah bulan baru atau sabit pertama setelah ijtimak. Ijtimak sendiri merupakan konjungsi geosentris di mana posisi bumi dan bulan berada di bujur yang sama jika diamati dari bumi sesaat setelah matahari terbenam.

Hilal ini muncul sebagai penentu perbedaan waktu dan alat untuk menentukan kapan waktu beribadah kepada Allah SWT. Sedangkan menurut Imam Sayukani, hilal merupakan sebuah nama bulan yang muncul di setiap awal bulan dan akhir bulan.

Dijelaskan lebih lanjut dalam kitab Ibnu Manzur "Lisan 'Arab", arti hilal adalah permulaan bulan yang terlihat oleh manusia di awal bulan tersebut. Hilal muncul dalam dua malam di setiap bulan.

Hilal hanya akan tampak setelah matahari terbenam atau waktu salat Magrib. Hal ini karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding cahaya matahari serta ukurannya yang sangat tipis.

Fase Hilal

Setelah membahas arti hilal, selanjutnya kita akan membahas mengenai fase dari bulan, yaitu:

1. Fase pertama: fase bulan baru atau new moon atau ijtimak adalah kondisi bulan tidak terlihat di sepanjang malam.
2. Fase kedua berganti pada bulan sabit setelah bulan baru atau ada juga yang menyebutnya sebagai hilal.
3. Fase ketiga bulan separuh kuartil pertama yang menghadap ke barat setelah waktu maghrib. Kemudian berubah ke fase baru yaitu bulan besar.

Menjelang akhir bulan, tampak bulan sabit tipis yang disebut sebagai bulan tua atau bulan tersembunyi karena hanya tampak sedikit dari seluruh bagian bulan.

Metode Penentuan Hilal

Umumnya ada dua metode penentuan hilal yang umum digunakan di Indonesia, yaitu:

1. Rukyatul Hilal

Rukyat adalah kegiatan penentuan hilal puasa 2022, yang mana mengamati visibilitas hilal saat matahari terbenam pada tanggal 29 bulan Kamariah.

Dengan kata lain, rukyat hanya dilakukan manakala telah terjadi konjungsi bulan-matahari dan pada saat matahari terbenam, hilal telah berada di atas ufuk dan dalam posisi dapat terlihat.

Jika pada tanggal tersebut hilal tidak terlihat, entah faktor cuaca atau memang hilal belum tampak, maka bulan kamariah digenapkan jadi 30 hari. Metode ini biasanya dilakukan menjelang hari-hari besar umat Islam seperti awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Kekurangan dari rukyat ini ialah umat Islam tidak mungkin bisa membuat kalender. Metode ini tidak dapat meramal tanggal jauh ke depan, karena tanggal baru bisa diketahui pada H-1 atau hari ke-29.

Selain itu, jangkauan rukyat sangat terbatas sehingga memaksa umat Islam untuk berbeda memulai awal bulan kamariah termasuk bulan-bulan ibadah, bahkan menyisakan problem dalam pelaksanaan puasa Arafah.

2. Wujudul Hilal

Dengan metode penentuan hilal puasa 2022 ini, bulan kamariah baru dimulai apabila pada hari ke-29 berjalan saat matahari terbenam terpenuhi tiga syarat berikut secara kumulatif, yaitu:

  1. Telah terjadi ijtimak.
  2. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam.
  3. Pada saat matahari terbenam Bulan (piringan atasnya)masih di atas ufuk.

Menjadikan keberadaan Bulan di atas ufuk saat matahari terbenam sebagai kriteria mulainya bulan baru merupakan abstraksi dari perintah-perintah rukyat dan penggenapan bulan tiga puluh hari bila hilal tidak terlihat.

Baca Juga: Arti Hilal Lengkap dengan Fase dan Metode Penentuannya
Pengertian Hilal dan Metode-metode yang Digunakan untuk Melihatnya

Penentuan hilal puasa 2022 seperti imkan rukyat ini, merupakan metode wujudul hilal yang juga bagian dari hisab hakiki. Perbedaannya adalah, wujudul hilal lebih memberikan kepastian dibandingkan dengan hisab imkan rukyat.

Jika posisi bulan sudah berada di atas ufuk pada saat terbenam matahari, seberapapun tingginya (meskipun hanya 0,1 derajat), maka esoknya adalah hari pertama bulan baru.

Video Terkait