Ribut Soal Pawang Hujan, Ini Penjelasan Ilmiah dari BMKG

Dewo Sulistio Prakirawan dari BMKG. (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 Maret 2022 | 20:20 WIB

Sariagri - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Nusa Tenggara Barat memperkirakan cuaca ekstrem yang disertai angin kencang dan hujan lebat masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Lombok.

Selain masih intensifnya kemunculan awan hujan, tingginya curah hujan dan angin kencang juga diakibatkan adanya peralihan musim, dari musim hujan menuju musim kemarau.

Dewo Sulistio Prakirawan, dari BMKG menyebut kondisi ini terjadi nyaris di seluruh wilayah di pulau Lombok termasuk di Lombok tengah bagian selatan, tempat dimana Sirkuit MotoGP berada, tidak heran, selama perhelatan balapan berlangsung, curah hujan tetap saja tinggi.

"Prakiraan curah hujan hingga dasarian 3 bulan maret curah hujan masih tinggi, karena masih ada peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, selain itu perkumpulan awan juga masih terlihat," terangnya Senin, (21/3/2022).

Untuk mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem saat penyelenggaraan acara besar, BMKG menyarankan adanya sistem modifikasi cuaca melalui udara, mengingat, cuaca buruk diperkirakan akan terus terjadi hingga bulan depan.

Modifikasi cuaca dijelaskam Dewo, merupakan hujan buatan dari hasil penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan.

"Jadi itu hujan buatan yang bisa dilakukan di lautan, sebelum hujam turun di darat, jadi hujan turun dulu di laut," paparnya.



Ditanya soal pawang hujan, Dewo tidak menampik bahwa itu merupakan keyakinan masyarakat yang sudah menjadi tradisi turun-menurun, akan tetapi jika diartikan dalam bahasa ilmiah, hasil dari pawang hujan belum bisa dipertanggung jawabkan.

"Kalau pawang hujan itu kan dari kepercayaan masyarakat jadi wajar ketika ada yang percaya ada yang tidak," ujarnya.

Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dampak cuaca buruk, BMKG menghimbau masyarakat agar mengurangi aktifitas diluar rumah, serta menghindari lokasi yang rawan terjadinya bencana alam.

Sementara itu intensitas curah hujan yang terjadi di Lombok saat ini mencapai 20 hingga 100 milimeter, dengan suhu udara berkisar dari 22°C hingga 33°C.

"Melihat curah hujan yang semakin tinggi, kita berharap masyarakat tetap waspada dengan cuaca buruk," katanya.

Sebelumnya sempat viral aksi yang dilakukan oleh Rara Istiati Wulandari, seorang pawang hujan dalam gelaran MotoGP Mandalika 2022, aksi Rara sebagai pawang hujan terekam kamera siaran live MotoGP.

Baca Juga: Ribut Soal Pawang Hujan, Ini Penjelasan Ilmiah dari BMKG
Sirkuit Mandalika, Tempat Rara 'Pawang Hujan' Berpacu dengan Cuaca



Aksi Rara pun menjadi sorotan bahkan menjadi trending di media sosial. Dalam keterangan videonya, Rara mengaku telah berkoordinasi dengan BMKG untuk menentukan titik lokasi modifikasi cuaca.

"Saya sudah koordinasi sama BMKG jadi saya sarankan buat modifikasi cuacanya di barat saja,"tukasnya.

Video Terkait