Restoran Cepat Saji dan Kedai Kopi Asal AS di Rusia Tutup Sementara

Ilustrasi - Restoran cepat saji McDonald's.(Maxpixel)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 9 Maret 2022 | 17:20 WIB

Sariagri - McDonald's dan Starbucks menutup sementara semua gerai di Rusia. Keputusan itu diambil menyikapi krisis kemanusiaan di Ukraina, pasca invansi Rusia. Kebijakan penutupan sementara disampaikan kedua perusahaan pada Selasa.

Melansir UPI.com, dalam sebuah surat yang dikirim ke semua karyawannya, pihak perusahaan mengatakan, McDonald's menutup lebih dari 800 restoran di Rusia.

"Konflik di Ukraina dan krisis kemanusiaan di Eropa telah menyebabkan penderitaan tak terkatakan bagi mereka yang tidak bersalah. Sebagai sebuah sistem, kami bergabung dengan dunia dalam mengutuk agresi dan kekerasan serta berdoa untuk perdamaian," ujar CEO Chris Kempczinski dalam sebuah surat kepada karyawan McDonald's dan franchisee.

"McDonald's telah memutuskan menutup sementara semua restoran kami di Rusia dan menghentikan sementara semua operasi. Kami memahami dampaknya terhadap rekan dan mitra Rusia kami, itulah sebabnya kami siap untuk mendukung, termasuk kelanjutan gaji untuk semua karyawan McDonald's di Rusia," tambahnya.

Sementara Starbucks beroperasi pada lingkup lebih kecil di Rusia, dengan sekitar 140 gerai pada Januari 2021.

"Kami mengutuk serangan mengerikan di Ukraina oleh Rusia dan hati kami untuk semua yang terkena dampak," kata CEO Starbucks Kevin Johnson, dalam sebuah surat kepada semua mitranya.

"Kami terus menyaksikan peristiwa tragis dan hari ini kami telah memutuskan menangguhkan semua aktivitas bisnis di Rusia, termasuk pengiriman semua produk Starbucks. Mitra berlisensi kami telah setuju untuk segera menghentikan operasi toko dan akan memberikan dukungan kepada hampir 2.000 mitra di Rusia yang bergantung pada Starbucks untuk mata pencaharian mereka," tambah pihak perusahaan.

McDonald's mengatakan akan terus membayar gaji semua karyawan Ukraina dan telah menyumbangkan 5 juta dolar AS untuk dana bantuan karyawan. Perusahaan telah melakukan bisnis di Rusia selama lebih dari 30 tahun dan melayani 850 komunitas. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 62.000 orang di negara. Di Rusia, 84% lokasi McDonald's dimiliki perusahaan daripada pemegang waralaba.

Perusahaan multinasional berbasis di Chicago mengatakan akan memantau situasi yang sedang berlangsung untuk menentukan apakah langkah tambahan diperlukan.

Baca Juga: Restoran Cepat Saji dan Kedai Kopi Asal AS di Rusia Tutup Sementara
Restoran Ini Bagikan Makanan Gratis Setiap Hari ke Rumah Sakit dan Warga Sipil



"Pada saat ini, tidak mungkin untuk memprediksi kapan kami dapat membuka kembali restoran kami di Rusia," tulis Kempczinski.

Perusahaan Ronald McDonald House Charities akan terus beroperasi dengan kekuatan penuh di Rusia dan Ukraina bermitra dengan rumah sakit lokal dan memberikan bantuan kemanusiaan.

Video:

Video Terkait