Genjot Promosi, Kemendes PDTT Gelar Lomba Promosi Desa Wisata Berhadiah Total Rp1 Miliar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar. (Istimewa)

Editor: Dera - Sabtu, 26 Februari 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus mendorong desa-desa wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan BUM Desa Bersama tumbuh dan bangkit pasca pandemi. Di antaranya dengan menggelar Lomba Promosi Desa Wisata secara virtual via aplikasi Desa Wisata Nusantara yang berhadiah total Rp1 Miliar.
 
"Lomba ini akan ada hadiah uang dari Kemendes PDTT yang bisa digunakan untuk menambah modal desa wisata. Makanya, kita adakan lomba ini, supaya ada semangat kompetisi, nanti yang banyak likenya pada pertengahan Juni kita akan kasih hadiah," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat memberikan arahan terkait Promosi Desa Wisata Nusantara yang Mendapatkan 10 Like Tertinggi Periode Februari 2022 secara virtual pada Jumat (25/2/2022).
 
Lomba yang diikuti Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan BUM Desa Bersama yang mengelola wisata desa atau yang bekerjasama dengan pihak ketiga ini, mempertandingkan jumlah like terbanyak yang akan diumumkan pada bulan Juni dan November 2022. Hingga saat ini, sebanyak 964 telah mendaftar untuk promosi, dan sebanyak 541 desa wisata yang dikelola BUM Desa telah mulai berlomba dalam mempromosikan daya tarik wisatanya masing-masing.

Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu optimis pagelaran Lomba Promosi Desa Wisata ini akan menjadi salah satu cara untuk memulihkan perekonomian desa-desa di Indonesia, khususnya di sektor industri pariwisata. Dengan demikian, potensi wisata di desa akan lebih dikenal dan menjadi destinasi wisata lokal maupun mancanegara.
 
"Lomba ini untuk memperkenalkan potensi wisata desa-desa kita. Dan bertujuan untuk menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing," katanya.
 
Terkait aplikasi desa wisata nusantara, Gus Halim menegaskan aplikasi tersebut dibuat untuk kepentingan warga desa dan untuk mempercepat pemulihan ekonomi di tngkat desa melalui desa wisata. Semua biaya pembuatan dan operasional aplikasi ini ditanggung Kemendes PDTT. Oleh karenanya, pengelola desa wisata tak perlu mengeluarkan uang untuk memasukkan profil desa wisatanya.
 
"Proses pemulihan ekonomi yang paling cepat itu ternyata salah satunya adalah wisata. Peluang yang sangat bagus ini, mari kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin mempromosikan desa wisata kita masing-masing," kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini.
 
Gus Halim juga berharap setiap harinya terdapat peningkatan desa wisata yang masuk di aplikasi Desa Wisata Nusantara karena promosi ini penting bagi warga masyarakat desa.
 
"Saya melihat dari foto-fotonya, desa wisatanya bagus-bagus. Kreasinya sangat bagus dan ini harus ditingkatkan dalam lomba promosi desa wisata ini" kata mantan Ketua DPRD Jawa Timur tersebut.
 
Perlu diketahui, Promosi Desa Wisata Nusantara setiap bulannya akan diumumkan oleh Kemendes PDTT diikuti rekomendasi perbaikan dari fotografer atau traveler.
 
Pada Periode Februari 2022 ini terdapat 10 desa wisata yang memiliki like tertinggi yakni Taman Wisata Menanti Laburan di Desa Padang Panjang Kalsel (6.445 like), Mini Ranch Sapi di Desa Cibeureum Jawa Barat (5.231 like), Wisata Mangrove Kedatim di Desa Kebun Dadap Timur Jawa Timur (4.546 like), wisata Teba Majalangu di Desa Kesiman Kertalangu Bali (4.424 like), Embung Tali Asmoro di Desa Asembu Mulya Sulawesi Tenggara (3.606 like).
 
Selanjutnya, Obyek Wisata Pesona Ngiroboyo di Desa Sendang Jawa Timur (3.514 like), Kawasan Wisata Pantai Menung di Desa Kayu besi Kepulauan Bangka Belitung (2.728 like), Taman Mergayas Gumiwang di Desa Gumiwang Jawa Tengah (2.647 like), Desa Wisata Religius Bubohu Bongo di Desa Bongo Gorontalo (2.516 like) dan Desa Wisata Cipta Karya di Desa Cipta Karya Kalimantan Barat (2.441 like).

Video Terkait