Korea Selatan Menjual Kosk, Masker Hidung yang Bisa Dipakai Saat Makan

Kosk, masker khusus hidung agar bisa makan. (Foto World of Buzz)

Editor: M Kautsar - Senin, 7 Februari 2022 | 12:10 WIB

Sariagri - Di tengah pandemi Covid-19, penggunaan masker sudah menjadi hal yang lumrah bagi hampir semua orang. Masker wajah telah menjadi perpanjangan dari penampilan wajah kita, terutama ketika kita keluar dan sekitar.

Namun, saat makan di luar, kamu perlu membuka masker wajah, yang dapat meningkatkan tingkat kecemasan beberapa orang.

Maka untuk mengatasi hal tersebut, sebuah perusahaan di Korea Selatan telah merilis Kosk, masker penutup hidung. Dijelaskan oleh The Guardian, istilah tersebut berasal dari gabungan kata ko yang berarti hidung dalam bahasa Korea, dan kata topeng.

Dilaporkan World of Buzz, masker hidung ini hadir dalam dua desain. Salah satunya hanya untuk dikenakan di hidung, dan yang lainnya juga hadir dengan desain yang memungkinkan pengguna untuk membuka mulut saat ingin makan.

Meski aneh, terlihat lebih baik daripada tidak mengenakan apa pun saat berada di luar, terutama saat berada di kafe, tempat makan, dan tempat umum lainnya. Kosk dijual melalui situs Coupang di Korea Selatan seharga 9.800 won, yaitu sekitar Rp117 ribu.

Ini Waktu yang Tepat Harus Ganti Masker KN95, N95, dan KF94

Masker untuk menghambat penyebaran COVID-19.(Pixabay)
Masker untuk menghambat penyebaran COVID-19.(Pixabay)

Sariagri - Para pakar kesehatan merekomendasikan perlunya meningkatkan masker wajah mereka dari penutup kain ke perlindungan yang lebih kuat dari masker bedah atau yang dikenal sebagai respirator seperti N95, KN95, atau KF94. Berbeda dengan masker biasa, berurusan dengan respirator sedikit berbeda antara lain tidak bisa mencucinya.

Jika kamu biasanya memakai masker kain, mungkin terbiasa mencuci dan menggunakannya kembali. Sementara untuk pengguna masker bedah, kamu bisa membuangnya ke tempat sampah setelah setiap kali digunakan.

Respirator berada di antara dua pilihan yakni kamu dapat menggunakannya kembali tanpa mencuci di antara penggunaan selama menyadari tingkat risikomu dan merawat respirator di antara penggunaan dengan tepat, menurut pakar penyakit menular sekaligus direktur medis di Boston Medical Center, Cassandra M. Pierre, seperti dikutip dari Health, Selasa (10/1).

Pierre mengatakan untuk orang yang memakai masker dalam waktu yang lebih singkat atau situasi mereka secara fisik tetap jauh dari orang lain sepanjang hari maka bisa menggunakan respirator yang sama hingga satu pekan. Tetapi untuk orang-orang yang berada di lingkungan berisiko tinggi seperti fasilitas perawatan kesehatan maka yang terbaik mengganti masker setelah sehari dipakai.

Ingatlah, setiap kali menggunakan respirator apalagi jika lebih dari sekali, kamu harus memastikannya masih dalam kondisi baik.

"Kami merekomendasikan setiap kali kamu menggunakan respirator, pastikan tidak ada robekan, celah, atau bukti kotoran di permukaan. Semua hal ini dapat merusak kemampuan penyaringannya," tutur Pierre.

Baca Juga: Korea Selatan Menjual Kosk, Masker Hidung yang Bisa Dipakai Saat Makan
Masker Kain Tak Bisa Tangkal Varian Omicron



Pendidik di Johns Hopkins Medicine, Jade Flinn, ada beberapa cara penting untuk mengetahui apakah respirator telah kehilangan kerapatannya. Pertama dan terpenting, jika mengendur di wajah dan tidak lagi memiliki segel ketat, maka itu harus diganti, menurut MSN.

Selain itu, jika masker tampak kotor di bagian dalam karena riasan, keringat, atau kelembapan lainnya, kamu harus segera menggganti dan membuangnya.

Video terkini:

Video Terkait