12 Desa di Tulungagung Serempak Ajukan Persetujuan Hak Perhutanan Sosial

Pembahasan proses pengajuan Persetujuan Hak Kelola Perhutanan Sosial yang diajukan secara serempak di 12 desa di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur.

Editor: Yoyok - Senin, 7 Februari 2022 | 09:10 WIB

Sariagri - Kelompok Tani Hutan atau KTH dari Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kini terus bergiat melakukan pemetaan partisipatif. Langkah ini sebagai kelanjutan dari proses pengajuan Persetujuan Hak Kelola Perhutanan Sosial yang akan diajukan secara serempak di 12 desa yang masuk di Kecamatan Kalidawir  dan 5 Desa yang berada di dua kecamatan lainnya, yakni  di kawasan Kecamatan Pucanglaban dan Kecamatan Rejotangan. 

Ke-12 desa tersebut yakni Desa Banyuurip, Rejosari, Sukorejo Kulon, Ngubalan, Joho, Winong, Karangtalun, Kalibatur, Pakisaji, Kalidawir, dan Betak.

 “Kami tengah melakukan pemetaan partisipatif. Proses ini dilakukan agar KTH-KTH pengusul juga tahu lokasi dan batas hutan juga tata batas antar desa, selain itu pemetaan partisipatif ini juga punya regulasi yang kuat diaspek geospasial,” ujar Nur Wahid, Kepala Tim Geospasial Pojok Desa yang juga anggota PPS Jawa Timur, di Tulungagung, kemarin.

Dari pengamatan lapangan, proses pengajuan persetujuan Hak Kelola Perhutanan Sosial di Kecamatan Kalidawir didorong penuh  oleh Mundiyar, tokoh setempat yang juga Camat Kalidawir beserta ke-12 Kepala Desa di kecamatan tersebut.

Guntur  Bimo dari Pojok Desa mengatakan, Kecamatan Kalidawir harus mendapatkan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kementrian lain, seperti Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Sebab, kecematan itu melakukan dan mendorong program prioritas pemerintah yakni Perhutanan Sosial yang merupakan program unggulan Presiden Jokowi.

“Pak camat dan para kepala desa harus diapresiasi, sebab baru kali ini camat dan kepala desa bersatu, menginisiasi perhutanan sosial, sejak Pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui Musyawarah Desa atau Musdes untuk ditunjuk sebagai Lembaga yang akan mengajukan Persetujuan Hak Kelola Hutan ke KLHK,” kata Bimo.

Berdasarkan data yang dilansir dari Pojok Desa, luas potensi hutan di Kecamatan Kalidawir sebesar 3.896,78 hektare dengan luas hutan lindung sebesar 143,23 hektare dan hutan Produksi seluas 3.753,55 hektare. Kondisi hutan di area Kecamatan Kalidawir  tak sepenuh masih terjaga. Banyak area yang sudah gundul. Dari luas tersebut area hutan yang masuk kedalam Peta Indikatif Area Perhutanan Sosial atau PIAPS revisi VI seluas 1.811,29 hektare. PIAPS Revisi VI ini dikeluarkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor 4028/MENLHK-PKTL/REN/PLA.0/5/2021. Area PIAPS tersebut dapat diusulkan sebagai pemanfaatan Perhutanan sosial yang mencakup Pemanfaatan Kawasan, Jasa lingkungan, hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu sesuai dengan PERMEN LHK 09/2021 Tentang Perhutanan Sosial.

Menurut Bimo, masyarakat  hutan harus kanmendapat informasi yang baik terkait usulan Persetujuan Hak Kelola hutan,  sebab posisi lahan perhutanan sosial mengambil dari lahan hutan yang dikelola Perhutani. 

Perhutanan Sosial mempunyai regulasi yang kuat yakni  berdasarkan  UU no 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja , tertera dalam paragraph ke 8  pasal 29 A dan pasal 29 B, Peraturan Pemerintah (PP) no 23 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Kehutanan dan Permen LHK nomor 09 tahun 2021 Tentang Perhutanan sosial. 

Baca Juga: 12 Desa di Tulungagung Serempak Ajukan Persetujuan Hak Perhutanan Sosial
Cegah Korupsi, Perhutani Luncurkan Whistle Blowing System Terintegrasi KPK

Agar lebih detail dan jelas untuk masyarakat, ke  depan area yang sudah masuk ke PIAPS revisi VI   adalah area yang dapat diajukan masyarakat. Selain itu, di Pulau Jawa nantinya ada penetapan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK)  yakni Kawasan hutan yang dicadangkan untuk perhutanan sosial sesuai dengan  PP 23 tahun 2021.

“Jika ini diberlakukan, maka jelas ada jutaan keluarga petani hutan di Pulau Jawa yang bisa mengakses lahan hutan secara legal,“ pungkas Bimo.

Video Terkait