Lampion Kerangka Bambu Apus Tembus Pasar Italia, Raup Cuan Rp70 Juta Sekali Kirim

Perajin lampion Imlek di Kampung Jodipan, Blimbing, Kota Malang.(Sariagri/Arief L)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 31 Januari 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Setiap jelang perayaan Imlek, Kampung Lampion Kota Malang, Jawa Timur selalu kebanjiran pesanan. Ribuan unit lampion dengan berbagai varian banyak dipesan jelang perayaan Imlek 2573 Kongzili.

Ahmad Syamsuddin (35), perajin lampion Imlek di Kampung Jodipan Kel/Kec. Blimbing, Kota Malang mengatakan perajin di kampungnya memanfaatkan bahan utama batang bambu apus untuk dijadikan kerangka lampion.

Tahap pengerjaannya batang bambu dipotong menjadi beberapa bagian yang panjangnya masing-masing sekitar 40 sentimeter.

“Potongan bambu ini kemudian dipotong lagi menggunakan parang hingga memiliki ukuran tipis seukuran dua kali tusuk sate agar memiliki kelenturan saat dijadikan kerangka lampion gantung,” ujar Syamsuddin kepada Sariagri.id, Senin (31/1/2022).

Selanjutnya potongan bambu tipis itu ditekuk melingkar dengan tiap ujung diikat tali rafia. Ujung potongan bambu lainnya direkatkan dengan lem.

Syamsuddin mengatakan permintaan lampion gantung untuk Imlek terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat awal pandemi 2020, permintaan sekitar 500 lampion, kemudian tahun 2021 menjadi 1.000 lampion dan tahun ini meningkat menjadi 2.000 lampion.

Selain melayani pasar dalam negeri seperti Surabaya, Semarang hingga Jakarta, lampion karya Syamsuddin juga sudah merambah Italia.

“Alhamdulillah, permintaan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Imlek kemarin 1.000 lampion, tahun ini naik mencapai 2.000 lampion untuk dalam negeri ditambah kirim ke Italia sebanyak 1.500 lampion,” katanya.

Dia menyebutkan tahun ini warna merah dan emas tidak mendominasi pesanan lampion. Warna-warna pastel seperti merah muda, hijau toska hingga putih banyak dipilih konsumen.

Warna merah dan emas, tetap menjadi pilihan utama hiasan klenteng atau rumah ibadah. Namun di pusat keramaian, kantor dan rumah warga, keberadaan warna baru justru memberikan arti baru dalam menyemarakkan hari raya Imlek tahun ini.

“Persatuan dalam keberagaman, menjadi pesan moral di setiap penciptaan bentuk, warna dan ukuran lampion,” terangnya.

Baca Juga: Lampion Kerangka Bambu Apus Tembus Pasar Italia, Raup Cuan Rp70 Juta Sekali Kirim
Jelang Imlek Bahan Pangan Cenderung Turun, Berikut Daftar Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga lampion buatan Syamsuddin bervariasi antara Rp35.000 - Rp50.000 per unit. Dari usaha rumahan itu, dia mengaku mendapatkan omzet sekitar Rp3,5 juta - Rp4 juta per minggu.

“Khusus untuk pasar domestik omzet per minggu sekitar Rp4 juta, sedangkan untuk permintaan luar negeri sudah mengantongi Rp70 juta sekali kirim kemarin,” tandasnya.

Video terkait:

Video Terkait