Mengikuti Minyak Sawit, Kedelai Berjangka Melejit ke Posisi Tertinggi 7 Bulan

Ilustrasi lahan pertanian kedelai. (Pixabay)

Editor: Yoyok - Kamis, 27 Januari 2022 | 09:55 WIB

Sariagri - Kedelai berjangka di Bursa Komoditas Chicago atau Chicago Board of Trade (CBOT), Amerika Serikat (AS), pada penutupan Rabu (26/1) atau Kamis (27/1) pagi WIB mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan. Hal ini didorong  oleh adanya technical buying  dan soyoil  berjangka menguat bersama pasar energi dan harga minyak sawit yang tinggi secara historis.

Kekhawatiran tentang penurunan panen dan ekspor Amerika Selatan dari pemasok kedelai utama, Brasil, menawarkan dukungan lebih lanjut, dengan penguatan meluas ke jagung berjangka.

Sedangkan gandum berjangka turun tajam setelah dua hari melambung yang mengangkat harga ke level tertinggi dua bulan.

Menurut Terry Reilly, analis Futures International, kedelai berbalik lebih tinggi sebagian besar disebabkan penguatan soyoil, mengikuti minyak sawit.

Harga minyak mentah mencapai tingkat tertinggi sejak 2014 pada sesi Rabu, memberikan dukungan bagi jagung dan kedelai, keduanya merupakan bahan baku utama untuk membuat biofuel.

Harga kedelai berjangka CBOT untuk kontrak pengiriman Maret ditutup melambung 32,75 dolar AS menjadi 1.440 dolar AS per bushel atau gantang, tertinggi untuk kontrak teraktif sejak 17 Juni.

Jagung untuk kontrak pengiriman Maret naik 7 dolar AS menjadi 627 dolar AS per bushel, sementara gandum CBOT Maret jatuh 23 dolar AS menjadi 795 dolar AS per bushel.

Kekhawatiran tentang pengetatan pasokan kedelai global membatasi minat jual kedelai ketika trader terus memantau cuaca panen yang buruk di beberapa kawasan Amerika Selatan.

Baca Juga: Mengikuti Minyak Sawit, Kedelai Berjangka Melejit ke Posisi Tertinggi 7 Bulan
Eropa Timur Memanas, Harga Gandum Dekati Tingkat Tertinggi Dua Bulan

Safras & Mercado memangkas estimasi ekspor kedelai Brasil, Rabu.

Trader juga memperkiraan produksi Brasil dari sejumlah forecaster  swasta, salah satunya menyebutkan panen bisa 12 juta ton lebih kecil dari perkiraan Departemen Pertanian AS.

Sementara itu, IHS Markit Agribusiness mengurangi prospek penanaman kedelai Amerika pada 2022.

Pasar juga mengamati perkembangan di sepanjang perbatasan Rusia-Ukraina, yang dapat mengganggu pengiriman komoditas biji-bijian dari wilayah eksportir utama tersebut.

Video Terkait