Harga Gandum Melesat, Dipicu Kekhawtiran Pasar Atas Konflik Rusia-Ukraina

Ilustrasi - Tanaman gandum.(Pixabay)

Editor: Yoyok - Selasa, 25 Januari 2022 | 09:10 WIB

Sariagri - Harga gandum berjangka Amerika Serikat (AS) menguat saat Bursa Komoditas Chicago atau Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup pada Senin (24/1) atau Selasa (25/1) pagi WIB. Kontrak gandum yang paling aktif di CBOT melonjak 20,50 dolar AS menjadi 800,60 dolar AS per bushel (gantang).

Kontrak tersebut mencapai tertinggi sesi 802,50 dolar AS, mendekati puncak minggu lalu yang merupakan harga tertinggi sejak akhir Desember.

Kenaikan harga gandum terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina dan mengganggu pengiriman komoditas biji-bijian dari wilayah tersebut, pemasok global utama.

Jagung berjangka juga melesat dan mencapai level tertinggi tujuh bulan, sementara kedelai berjangka melemah.

Trader komoditas biji-bijian tetap memperhatikan Rusia karena negara itu adalah eksportir gandum utama dunia. Ukraina diproyeksikan menjadi eksportir gandum terbesar ke-4 dan eksportir jagung terbesar ketiga.

Gangguan aliran komoditas biji-bijian dari wilayah Laut Hitam itu dapat menambah bahan bakar ke inflasi makanan dan memperlambat pengiriman ke sejumlah tempat seperti Timur Tengah, kata analis.

"Trader menambahkan beberapa premi risiko dengan ancaman konflik antara Rusia dan Ukraina meningkat," kata pialang CHS Hedging.

Gandum Uni Eropa juga naik, demikian pula jagung CBOT ditutup menguat 4,75 dolar AS menjadi 621 dolar AS per bushel, mendekati tertinggi sesi 621,50 dolar AS, harga tertinggi sejak Juni.

Sedangkan kedelai berakhir 11,25 dolar AS lebih rendah menjadi 1.403 dolar AS per bushel, setelah melejit minggu lalu ke harga tertinggi sejak Juni.

Baca Juga: Harga Gandum Melesat, Dipicu Kekhawtiran Pasar Atas Konflik Rusia-Ukraina
Pasar Terangkat Cuaca Kering Amerika Selatan, Harga Kedelai dan Jagung Melonjak

Membaiknya cuaca panen di kawasan pertumbuhan Amerika Selatan membebani kedelai, setelah kekhawatiran tentang kondisi kering dan panas di Argentina dan Brasil baru-baru ini mendukung harga.

"Brasil dan Argentina mendapatkan hujan yang sangat dibutuhkan selama akhir pekan," kata CHS Hedging.

Aksi jual dalam ekuitas dan minyak juga membebani pasar kedelai, sebelum Wall Street pulih kembali, kata analis.

Dalam berita permintaan, sejumlah eksportir, dalam kesepakatan terpisah, menjual 150.000 ton jagung AS kepada pembeli yang tidak dikenal dan 132.000 ton kedelai AS ke China, kata Departemen Pertanian Amerika.

Video Terkait