Batu Bukit Langara Loksado Kalsel Ternyata Fosil Binatang Laut Berusia 180 Juta Tahun

Salah satu bukit kapur di Pegunungan Meratus. (Sariagri/Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Kepala Bidang Air Tanah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan Ali Mustofa mengatakan berdasarkan hasil penelitian ternyata batu gamping di Bukit Langara berasal dari fosil binatang laut yang membeku.

Menurut Ali, di Banjarmasin, batu kapur yang berada di Bukit Langara, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, tersebut merupakan jenis batu gamping yang tercipta sekitar 180 juta tahun.

"Batu kapur tersebut merupakan yang tertua di wilayah ini," katanya.

Menurut dia, batu di Bukit Langara ada sejak zaman kapur, awalnya hanyalah batuan yang terbentuk di laut, hasil pengendapan hewan laut jenis orbitulina.

Batu ini sudah terbentuk sejak lempeng benua Australia yang bergerak dan menumbuk lempeng Sunda Land yang sekarang berada di lingkungan bersama dengan ofiolit Meratus.

Ali mengungkapkan, Batu Bukit Langara beda dibandingkan batu gamping di daerah lain, seperti batu gamping di daerah Bajuin, Kabupaten Tanah Laut.

Batu Langara dari hasil penelitian geologi justru adalah binatang kerang yang membatu.

"Batuan ini sama persis seperti batu gamping yang ada di Australia, rupanya saat jutaan tahun lalu, batu Australia ini migrasi atau terpental ke Gunung Langara ini," tuturnya.

Batu kerang semacam ini, kata dia, tak mungkin hasil pembekuan kawasan sungai atau kawasan danau, ini pasti dari laut dalam karena berupa kerang.

Batu Langara termasuk batu unik dan menarik bagi para peneliti, untuk mengetahui asal muasal bumi sejak ratusan juta tahun yang lalu.

Baca Juga: Batu Bukit Langara Loksado Kalsel Ternyata Fosil Binatang Laut Berusia 180 Juta Tahun
Studi: Pemanasan Global Ancam Kota-kota Besar di Dunia

Sekarang Bukit Langara yang ada di desa Lumpangi, Loksado ini sudah menjadi tujuan wisata petualangan terutama oleh kawula muda yang suka mendaki gunung dan berswafoto di puncak bukit.

Hanya saja bagi yang sudah berumur, kalau nekad mendaki maka harus hati hati karena naik ke tebing yang terjal dengan hutan bambu, dan daun bambu yang kering berjatuhan di tanah jika terpijak pendaki bisa jatuh lantaran licin.

Video Terkait