Cara Unik untuk Bujuk Warga Vaksin, Kebun Binatang Disulap Jadi Pusat Vaksin Darurat

Kebun Binatang jadi tempat sentra vaksin. (Reuters)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 21 Januari 2022 | 17:35 WIB

Sariagri - Untuk meningkatkan partisipasi dan membujuk warga melakukan vaksinasi, otoritas Filipina menyulap kebun binatang menjadi pusat vaksinasi darurat. Sejak dijalankan 19 Januari 2022, inisiatif bertajuk "zoo jab" ini terbukti cukup efektif mendorong warga untuk menerima vaksin, sambil berwisata melihat aneka hewan.

Kebun Binatang Manila mulai memberikan suntikan COVID-19 kepada orang-orang muda berusia antara 12 dan 17 tahun, serta orang tua Filipina, yang tampaknya merupakan kelompok yang paling 'ragu' untuk divaksinasi.

Setelah mendapatkan suntikan, penerima dapat menghabiskan sisa kunjungan mereka mengagumi gajah kebun binatang, burung merak, elang, dan banyak lagi.

“Selain aman dan juga mendapatkan vaksinasi, anak-anak juga bisa menikmati alam bebas, pemandangan, dan hewan-hewan yang ada di dalam sini,” kata Joyce Pablo, ibu yang membawa anaknya untuk vaksin kebun binatang.

Meski terkesan agak aneh untuk melakukan vaksinasi COVID-19 di kebun binatang, ide ini dinilai cukup berhasil. Filipina memiliki sejarah keraguan vaksin, yang diperkuat selama fase awal pandemi COVID-19, ketika calon penerima vaksin menyatakan preferensi eksplisit untuk suntikan buatan barat seperti Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca, dibandingkan dengan vaksin China seperti Sinovac.

Menurut Survei Pemantauan Frekuensi Tinggi (HFM) Bank Dunia, persentase responden yang “akan mendapatkan vaksin ketika sudah tersedia” secara signifikan lebih rendah di Filipina daripada negara-negara lain di kawasan ini. Jadi, kunjungan gratis ke kebun binatang sebagai 'insentif' untuk divaksin, cukup masuk akal. Baca Juga: Cara Unik untuk Bujuk Warga Vaksin, Kebun Binatang Disulap Jadi Pusat Vaksin Darurat
Mengejutkan! Penelitian: Efek Samping Vaksinasi COVID-19 Dipicu Sugesti



"Setelah vaksinasi untuk mereka yang berusia 12-17 tahun, manula, dan mereka yang memiliki banyak penyakit, mereka dapat berkeliling kebun binatang," Ray Salinel, seorang dokter, mengatakan kepada Reuters.

"Bahkan jika kebun binatang tidak sepenuhnya terbuka, mereka dapat menikmati pemandangan, burung merak, elang, dan Mali (gajah). Mereka dapat bersantai dan melupakan masalah mereka," tambahnya, seperti dilaporkan Sea Mashable, belum lama ini.

Video Terkait