Mengejutkan! Penelitian: Efek Samping Vaksinasi COVID-19 Dipicu Sugesti

Pelaksanaan vaksinasi pelajar di sentra vaksinasi COVID-19 Sekolah Kristen IPEKA Pluit, Jakarta Utara. (ANTARA)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 21 Januari 2022 | 17:10 WIB

Sariagri - Bagi sebagian orang yang divaksin COVID-19 mengalami efek samping seperti pegal, mengantuk, hingga demam. Para ahli menyebut efek samping ini bisa jadi tanda imun di tubuh mulai bekerja, untuk mengenali elemen asing yang dikenalkan oleh vaksin.

Namun, studi yang dilakukan di Amerika Serikat baru-baru ini meneliti data dari 12 uji klinis vaksin COVID-19. Dalam penelitian ini mengungkap bahwa lebih dari dua pertiga efek samping vaksin rupanya bukan karena kandungan vaksin, melainkan efek placebo negatif (sugesti) yang dialami orang tersebut.

Dari penelitian ditemukan bahwa efek nocebo turut menyumbang sekitar 76 persen dari semua reaksi merugikan yang umum terjadi usai divaksin dosis pertama. Berlanjut hampir 52 persen setelah dosis kedua.

Dektahui Nocebo merupakan perasaan tidak nyaman yang dihasilkan setelah mendapatkan pengobatan. Hal ini disebabkan oleh persepsi negatif yang dipikirkan seseorang.

Dari temuan di atas, adanya efek samping ringan, seperti sakit kepala, kelelahan jangka pendek, dan nyeri lengan tidak dihasilkan oleh kandungan vaksin, melainkan karena faktor lain yang dianggap menghasilkan respons nocebo.

"Vaksin memiliki efek samping yang mirip dengan efek placebo," ujar Ted Kaptchuk, peneliti senior serta profesor kesehatan global dan pengobatan sosial di Harvard Medical School.

Baca Juga: Mengejutkan! Penelitian: Efek Samping Vaksinasi COVID-19 Dipicu Sugesti
Seorang Pria Lumpuh dan Tidak Dapat Bicara ,Sembuh Setelah Vaksin Covid-19

Perihal efek samping yang dapat menyebabkan kesalahpahaman ini, Kaptchuk berpendapat bahwa informasi terkait efek samping harus dijelaskan secara terbuka.

"Sebagian besar peneliti berpendapat, pasien harus diberi informasi tentang efek samping yang minim demi mengurangi kecemasan," pungkasnya.

Video Terkait