Menilik Langkah Jakarta yang Semakin Serius Tangani Sampah

Pemilahan sampah menjadi salah satu cara untuk mengelola sampah secara bijak. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 19 Januari 2022 | 16:50 WIB

Sariagri - Pengelolaan sampah semakin dilihat sebagai tindakan yang harus diseriusi salah satunya oleh ibu kota DKI Jakarta. Tujuannya untuk membantu mengurangi tingkat global warming.

Tindakan serius Jakarta soal sampah sudah tercantum dalam Peraturan Gubernur nomor 77 tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup RW.

Dalam pergub tersebut tertuang aturan soal pengelolaan sampah yang harus dilakukan oleh masyarakat. Diantaranya adalah pemilahan sampah seperti organik, anorganik, media dan residu.

Pengolahan sampah ini kini sudah dilakukan di sejumlah kota provinsi DKI Jakarta seperti Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Untuk Jaksel, sebanyak 288 rukun warga tercatat akan menjalankan aturan pergub tersebut.

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan M Amin menuturkan nantinya setiap RW menjalankan amanah pergub dengan memilah sampah rumah tangga menjadi empat jenis yaitu organik, anorganik, media dan residu.

"Pemilahan dilakukan oleh masyarakat, nanti setiap harinya akan dibagi jadwal untuk pengangkutan oleh petugas," ujar Amin dalam keterangan tertulis.

Untuk pengangkutan sampah organik akan dilakukan setiap hari. Sampah anorganik akan diambil dua minggu sekali, sedangkan sampah residu akan diambil sebulan sekali.

Sementara itu warga Jakarta Utara juga telah melakukan pilah sampah organik dan anorganik. Nantinya, barang-barang yang sudah tidak terpakai akan dikumpulkan di bank sampah untuk dijadikan pundi-pundi ekonomi.

Baca Juga: Menilik Langkah Jakarta yang Semakin Serius Tangani Sampah
Bisa Dicontoh, Pemkot Jakut Ciptakan Pot Daur Ulang Sampah Residu

Salah satunya seperti yang dilakukan RT05/05 Kelurahan Rawa Badak Selatan (RBS) yang melakukan pemilahan sampah. Gerakan pilah sampah tersebut sudah dibentuk sejak 2013. Dari pilah sampah itu, mereka telah mendapatkan Rp5 juta setiap tahun.

"Kalau sampah itu kita katakan sampah kita buang begitu saja, tidak ada manfaat dan kita tidak mau mengurusnya lagi. Tapi ternyata barang yang sudah tidak kita pakai ini masih ada bernilai ekonomis bagi orang lain. Oleh karena itu mari kita pilah barang yang sudah tidak kita pakai ini, jangan langsung dibuang. Supaya nilai ekonomisnya tidak berkurang segera dipilah dan serahkan ke bank sampah," ujar Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim.

Video Terkait