Perusahaan Keamanan di Turki Latih Anjing K-9 Deteksi Virus Corona

Ilustrasi - Anjing pelacak.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 14 Januari 2022 | 10:15 WIB

Sariagri - Sejak wabah pandemi melanda, anjing pelacak banyak dipekerjakan untuk mendeteksi kasus COVID-19. TAV Security, sehuah perusahaan keamanan swasta di Turki, melatih anjing K-9 untuk mendeteksi virus corona.

Meski belum ada studi komprehensif, para ilmuwan percaya anjing memiliki semacam akurasi dalam mendeteksi kasus positif corona.

Perusahaan berbasis di Istanbul yang mengkhususkan diri pada layanan keamanan bandara itu meminta bantuan peneliti dari rumah sakit pelatihan dan penelitian di kota serta  Fakultas Kedokteran Hewan Cerrahpaşa untuk melatih anjing yang sudah terbiasa mengendus bahan peledak dan obat-obatan.

Ketajaman indera penciuman anjing diuji untuk mendeteksi COVID-19 dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Turki selama sekitar satu tahun. Pelatih anjing memberikan pelatihan untuk mendeteksi orang yang positif virus corona.

Hewan itu dilatih mengenali sampel keringat yang diambil dari ketiak orang positif COVID-19. Pelatihan itu dilakukan sekitar enam bulan.

Pelatih mengatakan setelah menjalani pelatihan, anjing itu dapat mengetahui atau lebih tepatnya membedakan antara orang terinfeksi dengan yang tidak terinfeksi. Ketika mendeteksi orang positif COVID-19, anjing itu akan memberikan isyarat dengan duduk di depan mereka.

Setelah program pelatihan selesai, perusahaan berencana mempekerjakan hewan itu di bandara dan fasilitas umum lainnya. Manajer perusahaan, Turgay ahan, mengatakan kepada Anadolu Agency, mereka mendirikan fasilitas pelatihan anjing pada tahun 2019 dan melatih hewan itu mendeteksi virus corona setelah pandemi melanda dunia.

"Indera penciuman mereka sekitar 100.000 kali (lebih) tajam daripada manusia, dan mereka sudah digunakan dalam deteksi penyakit di negara lain," ujarnya seperti dikutip Daily Sabah.

Şahan mengakui pekerjaan anjing dalam melakukan deteksi tidak dapat dibandingkan dengan tes PCR dan tes lain diagnosis COVID-19 yang akurat. Namun hewan itu dapat membantu menunjukkan kasus yang mencurigakan di keramaian. Dia menambahkan pihaknya telah melakukan empat tahap penelitian tentang anjing pelacak. Hasilnya, anjing memiliki tingkat keberhasilan 94% dalam mendeteksi kasus positif. Baca Juga: Perusahaan Keamanan di Turki Latih Anjing K-9 Deteksi Virus Corona
Jika Pandemi COVID-19 Berakhir, Akankah Nasib Hewan Peliharaan Terbengkalai?



Orkun Kara, seorang pelatih anjing di fasilitas itu mengatakan mereka bekerja dengan 10 anjing dan semuanya berhasil mengendus kasus positif corona.

"Mereka hapal bau pasien COVID-19 dan mampu mendeteksi kasus yang berasal dari semua varian virus corona," katanya.

Kara menunjukkan anjing sudah bisa membedakan delapan bau berbeda yang dipancarkan bahan peledak, dan ini hanya akan menjadi "bau kesembilan."

"Mereka bisa mendeteksi bau dari jarak 8 hingga 10 sentimeter (3 hingga 4 inci)," tambahnya.

Video:

Video Terkait