Saat Musim Hujan Banyak Nyamuk? Ini Alasannya

Ilustrasi Nyamuk (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: M Kautsar - Kamis, 13 Januari 2022 | 19:50 WIB

Sariagri - Belakangan hujan sudah mulai turun membasahi tanah. Tidak hanya sebentar-sebentar, tetapi hujan turun dalam hampir setiap hari.

Cuaca yang mendung dan adem memang cukup nikmat. Terlebih ketika hujan datang, cuaca seketika berubah menjadi dingin.

Namun kenapa jutsru di musim hujan banyak nyamuk? Melansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Banyuasin, nyamuk lebih rajin bertelur ketika musim hujan. Hal tersebut karena terdapat genangan air yang menjadi tempat perkembang biakannya.

Salah satu jenis nyamuk yang harus diwaspadai adalah Aedes aegypti yang gigitannya dapat menularkan virus dengue. Nantinya virus tersebut akan menyebabkan demam berdarah dengue (DBD).

Telur nyamuk Aedes dapat bertahan dan menjaga kondisinya agar tetap kering. Saat musim hujan tiba dan terkena air, telur-telur tersebut akan menetas.

Meski demikian, nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak di air kotor. Mereka akan mencari genangan air bersih seperti kolam ikan dan tampungan air di rumah.

Nyamuk tersebut juga lebih aktif menggigit di pagi dan siang hari. Gejala DBD mirip dengan influenza, demam tinggi hingga 40 derajat Celcius, pusing, nyeri sendir, dan ruam merah di kulit.

Ditambahkan sejumlah sumber, pada awal musim hujan intensitasnya masih rendah. Hal itu menyebabkan genangan air yang berpotensi menjadi sarang dan tempat bertelur nyamuk salah satunya Aedes aegypti.

Baca Juga: Saat Musim Hujan Banyak Nyamuk? Ini Alasannya
Musim Hujan Tiba, Begini Cara Mudah Mengusir Nyamuk

Pada saat hujan turun, nyamuk akan mencari tempat yang teduh terutama di bagian dalam rumah. Selain itu nyamuk juga akan mencoba untuk dekat dengan sumber makanan yaitu darah manusia.

Untuk itu perlindungan dibutuhkan. Salah satu caranya dengan menyemprot obat nyamuk dan tidak membiarkan ada penumpukan barang juga genangan air.

Video Terkait