Pertama dalam Sejarah Medis, Ahli Bedah AS Berhasil Transplantasi Jantung Babi ke Manusia

Operasi transplantasi jantung babi ke tubuh manusia. (Foto University of Maryland)

Editor: Dera - Kamis, 13 Januari 2022 | 10:15 WIB

Sariagri - Para ahli bedah di Amerika Serikat membuat tonggak sejarah di dunia medis setelah untuk pertama kalinya  berhasil  mentransplantasikan jantung babi yang dimodifikasi secara genetik ke manusia. Pasien bernama David Bennett itu dilaporkan dalam kondisi baik dan berada dalam pantauan tim medis di Pusat Medis Universitas Maryland.

Melansir New Atlas, pencapaian luar biasa ini merupakan puncak dari puluhan tahun kerja para ilmuwan di seluruh dunia.

Hati babi yang dimodifikasi secara genetik yang digunakan dalam transplantasi dipasok oleh perusahaan obat regeneratif Revivicor dan berasal dari babi yang telah direkayasa dengan sekitar 10 modifikasi genetik tertentu, semuanya berfokus pada pengurangan kemungkinan penolakan dari sistem kekebalan manusia.

Pasien yang menerima transplantasi jantung babi ke manusia adalah seorang pria 57 tahun dengan penyakit jantung terminal bernama David Bennett. Kondisi pria itu tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung biasa dan ia ditawari pengobatan eksperimental sebagai upaya terakhir.

"Mati atau melakukan transplantasi ini. Saya ingin hidup. Saya tahu ini sulit, tetapi ini adalah pilihan terakhir saya," ucapnya sebelum menjalani operasi.


Setelah banyak pertimbangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengizinkan operasi yang memungkinkan perawatan eksperimental pada pasien dengan kondisi yang mengancam jiwa.

“Ini adalah puncak dari penelitian yang sangat rumit selama bertahun-tahun untuk mengasah teknik ini pada hewan dengan waktu bertahan hidup yang telah mencapai lebih dari sembilan bulan,” jelas Muhammad Mohiuddin, dari Program Xenotransplantasi Jantung di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland.

“FDA menggunakan data dan data kami pada babi percobaan untuk mengizinkan transplantasi pada pasien penyakit jantung stadium akhir yang tidak memiliki pilihan pengobatan lain. Prosedur yang berhasil memberikan informasi berharga untuk membantu komunitas medis meningkatkan metode yang berpotensi menyelamatkan jiwa ini pada pasien di masa depan," katanya.

Sejak penemuan pengeditan gen CRISPR lebih dari satu dekade lalu, para peneliti berlomba mengembangkan babi yang dimodifikasi secara genetik untuk membuat reservoir organ yang cocok untuk transplantasi manusia. Setelah beberapa studi praklinis yang berhasil mentransplantasikan organ babi yang dimodifikasi secara genetik ke dalam babun, dua eksperimen kunci tahun lalu mengeksplorasi respons manusia terhadap organ tersebut.

Bartley Griffith, ahli bedah yang melakukan prosedur penting itu, sangat optimis tentang prospek pasiennya. Dalam tiga hari sejak prosedur organ belum ditolak oleh sistem kekebalan pasien, tetapi masih awal.

“Ini adalah operasi terobosan dan membawa kita selangkah lebih dekat untuk memecahkan krisis kekurangan organ,” kata Griffith. Baca Juga: Pertama dalam Sejarah Medis, Ahli Bedah AS Berhasil Transplantasi Jantung Babi ke Manusia
Mengenal Babi Rusa, Hewan Endemik yang Sering Dikira Saudara Babi dan Rusa



“Hati manusia donor yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi daftar panjang calon penerima. Kami melanjutkan dengan hati-hati, tetapi kami juga optimis bahwa operasi pertama di dunia ini akan memberikan pilihan baru yang penting bagi pasien di masa depan," ujarnya menambahkan.

Bennett akan diawasi dengan ketat selama beberapa waktu dimana para peneliti akan mempelajari efek jangka panjang dari operasi yang dianggap sebagai tonggak sejarah  dalam ilmu kedokteran tersebut.

Video Terkait